Darra Adamkhel : Pabrik Senjata Terkenal di Pakistan

Senin, 27/07/2009 11:50 WIB | Arsip | Cetak

Darra Adamkhel hanyalah sebuah kota kecil yang kumuh, terdiri dari satu jalan utama dengan beberapa gang dan di dalamnya banyak toko-toko dan pabrik-pabrik kecil, merupakan salah satu tempat yang paling terkenal dan sangat unik yang ada di Pakistan.

Di tempat ini, di mana setiap orang dapat dengan mudah membeli senjata yang dibuat oleh penduduk lokal - yang dapat memproduksi tiruan dari berbagai macam senjata yang ada di dunia.

Kami dapat menduplikat berbagai macam senjata, bahkan sebuah roket peluncur," kata Gulrez Khan seorang dealer senjata yang ada di kota tersebut kepada IOL.

Darra Adamkhel, hanya setengah jam perjalanan dari Peshawar - ibukota propinsi perbatasan barat laut Pakistan, aslinya adalah sebuah pabrik senjata dari wilayah kesukuan tersebut.

Kota ini juga merupakan penghubung dari pengiriman senjata ilegal yang melintasi Paksitan dan merupakan salah satu pasar senjata swasta yang terbesar di Asia.

Setiap jenis senjata ringan dari pistol sampai ke senapan dan senapan mesin terkenal rusia seperti Kalashnikov atau AK47 dan senjata-senjata lainnya dijual disini.

Sejak lima tahun yang lalu, pabrik senjata yang ada di Darra Adamkhel juga telah memproduksi ranjau dan peluncur roket.

Walaupun pemerintah berusaha menghentikan produksi senjata-senjata berat dari sana, namun sumber-sumber lokal mengatakan bahwa beberapa senjata seperti peluncur roket yang sedang dibuat, merupakan pesanan dari klien khusus.

Menurut sumber setempat, sekitar 2000 keluarga yang ada disana terlibat dalam bisnis memproduksi senjata.

Semua anggota keluarga turut membantu dalam bisnis ini dan 'mewariskan' ketrampilan membuat senjata ini turun menurun dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Menurut UU di wilayah federal administratif kesukuan (fata),tidak diperlukan adanya ijin untuk pengadaan atau membawa senjata sejauh 700 km sepanjang wilayah kesukuan mulai dari perbatasa Aghanistan selatan dan timur laut Afghanistan.

Darra Adamkhel pada akhir-akhir ini mengalami perkembangan yang belum pernah terjadi sebelumnya. "Pengadaan senjata untuk kedua belah pihak Taliban dan suku-suku setempat mengalami peningkatan," kata Khan seorang dealer senjata kepada IOL.

"Kami harus menambah pekerja untuk menanggulangi meningkatnya pesanan terhadap senjata yang kami buat. Mereka akan bekerja sampai akhir bulan untuk memenuhi pesanan atas pengadaan senjata."

Menurut dealer dan pembeli, satu senapan mesin AK-47 dijual hanya sekitar 225 dollar, dan saat ini mengalami kenaikan harga menjadi 1500 dollar.

Harga Kalashnikovs membubung tinggi sejak terjadinya peningkatan serangan pemerintah terhadap Taliban yang berada di lembah Swat.

Penduduk sipil pun banyak yang membeli senjata sebagai alat melindungi diri karena kurangnya perlindungan yang dilakukan pemerintah terhadap mereka.

Ali Subhan, seorang pedagang buah-buahan setempat, merupakan salah satu dari masyarakat yang membeli senjata lain yang di produksi di Darra Adamkhel.

Setelah tawar menawar singkat, saya akhirnya membayar 125.000 Rs atau sekitar 1500 dollar untuk satu senapan Kalashnikov.

"Saya telah memiliki senapan dan pistol di rumah, namun saya harus memiliki lebih banyak lagi," kata Ali kepada IOL.

"Sesuatu kejadian yang membahayakan bisa terjadi kapan saja."

"Memiliki senjata adalah tradisi dari suku kami, apakah dalam kondisi damai ataupun perang. Tetapi dalam hari-hari saat ini, senjata telah menjadi suatu keharusan bagi kami," kata Alia seorang dari etnis Pushtun yang baru membeli senapan yang dia gantungkan di bahunya.

"Kami tidak bisa tanpa senjata dalam hari-hari ini. Anda tidak akan pernah tahu siapa, kapan dan di mana anda akan mengalami serangan."(fq/iol)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang