Departemen AS : Israel Bukan Masyarakat yang Toleran

Sabtu, 07/11/2009 13:58 WIB Cetak |  Kirim

Surat kabar harian Israel Haaretz, melaporkan bahwa menurut laporan terbaru dari Departemen negara AS, Israel telah gagal memenuhi semua persyaratan dari sebuah masyarakat yang pluralistik toleran.

Laporan tersebut juga menambahkan bahwa Israel tidak cukup menunjukkan sikap yang toleransi terhadap masyarakat minoritas, dan tidak menerapkan kesetaraan bagi kelompok-kelompok etnis yang lain, serta tidak memperlihatkan keterbukaan masyarakatnya dan tidak memiliki rasa hormat terhadap tempat-tempat suci dan tempat bersejarah lainnya, seperti dilaporkan Haaretz.

Laporan tersebut ditulis oleh Biro Demokrasi, Hak Asasi Manusia dan Tenaga Kerja AS.

Hal ini menunjukkan bahwa Israel melakukan tindakan diskriminasi terhadap umat Islam, umat dari sekte Saksi Yehova, Kristen, perempuan, Badui, dan bahkan terhadap Yahudi yang pro Reformasi.

Laporan ini juga menyatakan bahwa meskipun Israel telah memiliki hukum di tempat itu sejak tahun 1967 tentang perlindungan bagi semua tempat suci di Yerusalem, dan masih berlaku untuk perlindungan terhadap situs-situs bersejarah Yahudi namun hal itu tidak berlaku terhadap situs suci lain yang dianggap suci oleh umat lain.

Lebih lanjut Haaretz melaporkan bahwa semua 137 situs secara resmi diakui suci oleh kaum Yahudi, namun mereka mengabaikan beberapa tempat-tempat suci umat Muslim dan Kristen, oleh karena itu, tempat-tempat suci non-Yahudi harus tunduk pada eksploitasi dari Otoritas Israel dan pengusaha real estat Israel.

Tindakan diskriminasi bahkan mencapai lebih dari 300.000 imigran yang diduga Yahudi namun tidak diakui Yahudi oleh rabi-rabi hukum yahudi Israel, karena itu mereka tidak bisa menikah atau bercerai di negera Israel, dan tidak dapat dimakamkan di pemakaman yahudi.(fq/imemc)


(Arsip Dunia Islam)

BPRS Harta Insan Karimah, Bersama dalam Usaha dan Ibadah

Tak banyak bank syariah seperti BPRS Harta Insan Karimah. Meski tak sebesar bank umum syariah, BPRS HIK mampu menerapkan manajemen perbankan yang baik dan akuntabel serta mampu memelihara ruh syariah dalam diri para pegawai. Satu poin yang patut ditiru oleh bank berlabel syariah lainnya.

Meredam Keraguan Demi Selamat Dunia Akhirat

0leh: Khoiriyati Kusumaningtyas. Saya termasuk golongan masyarakat yang sejak awal mendukung 100% perbankan syariah. Keraguan itu justru muncul di saat Bank Syariah booming bagaikan jamur di musim hujan, kira-kira tahun 2006-an. Saat itu saya bertanya.tanya, mengapa semua bank konvensional mengadakan program syariah

Laba yang Adil, Margin tiap Bank dan Rumus Umum KPR iB

Tanya : Berapakah margin yang ditentukan oleh KPR Syariah untuk pinjaman sebesar 100 jt dengan angsuran selama 6 tahun ? apakah masig-masig daerah penetapan margin tersebut berbeda, bagaimana dengan margin untuk lokasi di daerah Depok dan DKI, kalau tidak salah dalam Al .Quran atau Hadist disebutkan untuk besaran nilai keuntungan seseoramg dari penjualan adalah maksimal 10%

Bank Syariah di Minimarket

uchiemasdar.blogspot.com Ide ini muncul saat saya berkunjung ke kota Metro di provinsi Lampung. Siapa nyana, ternyata di kota kecil tersebut, jaringan Indomaret dan Alfamart bertebaran di mana-mana. Sebagaimana transaksi di minimarket, masyarakat sekitar sudah akrab dengan alat pembayaran seperti Debit Card BCA, BNI, dan Mandiri.

BNI iB OTO, Pembiayaan untuk Pembelian Kendaraan

BNI iB Oto merupakan pembiayaan untuk pembelian kendaraan dengan proses yang mudah dan cepat berdasarkan syariah. Uang muka relatif ringan dan pembayaran dapat dilakukan secara debet otomatis. Keunggulan: 1. Rasa tenteram dan tenang karena dengan pembiayaan syariah terhindar dari transaksi yang ribawi. 2. Selama masa pembiayaan besarnya angsuran tetap dan tidak berubah sampai lunas.

 

Anak Ngambek Tidak Mau Sekolah

Bagaimana menghadapi sikap anak saya yang saat ini berusia 6 tahun 2 bulan, baru 2 minggu masuk SD yang jam belajarnya full day (pulang sekolah pukul 14.30). Pekan ke-2 ini dia malah ngambek (menangis dengan keras dan tidak mau ditinggal)

PELUANG