Depleted Uranium AS telah Memutilasi Genetik Generasi Masa Depan Afghanistan
Amerika Serikat menggunakan amunisi radioaktif di Afghanistan dan telah menghancurkan kesehatan masyarakat dan memutilasi genetik generasi masa depan negara itu, Press TV melaporkan.
Dr Muhammad Daud Miraki, penulis "Afghanistan After Democracy: The Untold Story Through Photographic Images", mengatakan kepada koresponden Press TV di Kabul pada hari Senin kemarin (30/1) bahwa AS telah melakukan kejahatan mengerikan terhadap rakyat Afghanistan.
Dia mengatakan AS menggunakan depleted uranium di negara itu sehingga menyebabkan bayi Afghanistan yang lahir mengalami cacat berat.
Depleted uranium sendiri bisa menyebabkan kerusakan genetik, cacat lahir, kanker, diabetes, kerusakan sistem kekebalan, dan masalah kesehatan serius lainnya.
Miraki menggambarkan tindakan AS ini sebagai genosida dalam bukunya, yang memberikan wawasan tentang kehidupan warga Afghanistan di bawah pendudukan AS.
Dia mengatakan bahwa dia telah melihat orang yang mati tanpa tanda-tanda fisik dari luka-luka pada tubuh mereka di Afghanistan. "Dan kemudian ada adegan aneh di mana burung mencair di pohon," tambahnya.
Dalam bukunya, ia menggambarkan cacat lahir bayi Afghanistan yang digambarkan dengan gambar grafis. Ia mengatakan dirinya kewalahan dengan banyaknya jumlah kasus ini.
Miraki mencatat bahwa AS menggunakan sejumlah besar senjata uranium pada akhir tahun 2001.
Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa pasukan AS sampai sekarang masih menggunakan senjata-senjata yang terlarang tersebut di negara ini.
Buku Miraki juga mengatakan bahwa sebuah kebohongan besar bahwa perang AS diluncurkan untuk memperkenalkan demokrasi di Afghanistan dan menuduh AS mengkhianati rakyat Afghanistan dengan dalih demokrasi dan rekonstruksi.(fq/prtv)
Lainnya (Arsip)
- Muslim Bordeaux Perancis Beli Tanah dari Gereja untuk Bangun Sebuah Masjid
Selasa, 31/01/2012 12:36 WIB - Parlemen Irak Berencana Loloskan RUU untuk Melarang Warga Irak ke Israel
Selasa, 31/01/2012 12:36 WIB - Syaikhul Azhar Tuntut Barat Minta Maaf telah Menjajah Negara-Negara Afrika
Selasa, 31/01/2012 12:35 WIB - Laporan: Afghanistan Setuju untuk Lakukan Pembicaraan dengan Taliban di Saudi
Selasa, 31/01/2012 11:03 WIB - Obama Akhirnya Akui telah Melakukan Serangan Drone AS di Pakistan
Selasa, 31/01/2012 10:51 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
Satrio Selamat dari Jantung Bocor
Dari semenjak lahir Satrio, 21 bulan, sudah menderita jantung bocor. Tubuhnya semakin membiru, bapaknya terkendala administrasi untuk mengurus Jamkesmas. Melalui bantuan LKC Dompet Dhuafa dan PT PPA…



