Dewan Eropa Serukan Swiss Cabut Larangan Pembangunan Menara Masjid

Kamis, 24/06/2010 12:55 WIB | Arsip | Cetak

Dewan Parlemen Eropa pada hari rabu kemarin (23/6) mendesak pemerintah Swiss mencabut larangaan pembangunan menara masjid di negara tersebut, dengan menekankan bahwa pelarangan itu adalah tindakan diskriminasi terhadap umat Islam yang ada di Swiss.

Dewan parlemen Eropa dalam sebuah pernyataannya menyatakan bahwa penghapusan larangan pembangunan menara masjid harus sesegera mungkin dilakukan, karena hal ini hanya akan menimbulkan persepsi negatif terhadap umat Islam Swiss khususnya.

Sedangkan kantor berita AFP melaporkan, Dewan Parlemen Eropa setelah mengkaji masalah Islam, Islamisme dan Islamophobia di Eropa, mendesak Swiss secepatnya mencabut seluruh larangan pembangunan menara masjid di negara ini.

Dalam statemennya, Dewan Parlemen Eropa menilai pembangunan menara masjid sebagaimana bangunan gereja, harus bisa diterima sebagai bentuk penghormatan terhadap hak warga sebuah negara.

Sebelumnya dalam sebuah referendum yang diminta oleh pihak ekstrim kanan di Swiss,pada tanggal 29 November tahun lalu, menghasilkan 57,5 persen dari warga Swiss mendukung undang-undang untuk melarang pembangunan menara masjid baru di negara itu.

Pemerintah Swiss sendiri menentang langkah kontroversial pelaksanaan referendum, yang telah menimbulkan reaksi kemarahan dan kecaman dari dunia internasional, khususnya di negara-negara Islam.

Sejumlah pengamat menyatakan bahwa melarang pembangunan menara masjid bertentangan dengan HAM dan hak kebebasan dasar yang paling umum.

Komunitas muslim Swiss telah mengajukan keberatan atas diskriminasi ini ke pengadilan HAM Eropa, namun sampai sekarang kasus ini belum diputuskan.(fq/imo/irib)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang