Mahalnya Rokok di UAE

Rabu, 13/01/2010 10:31 WIB | Arsip | Cetak

Uni Emirat Arab akan membuat merokok menjadi lebih mahal dan orang berpikir dua kali untuk melakukannya. Ini adalah salah satu cara negeri-negeri Arab untuk menghentikan candu rokok di masyarakatnya.

Dr Wedad Al Maidour, kepala tim pengawasan tembakau, mengatakan ia sudah berkoordinasi dengan pelayanan keuangan untuk membuat suatu kebiasaan yang mahal bagi perokok. Satu pak rokok saat ini di Emirat rata-rata dihargai dengan biaya Dh7 atau sekitar Rp. 224.000!

Al Maidour mengatakan akan sulit untuk menerapkan retribusi tambahan tembakau, tetapi mereka akan membuatnya lebih mahal bagi perokok ketika membeli di toko atau di counter. Penelitian di Arab telah menunjukkan bahwa jika ada kenaikan harga rokok, maka akan ada penurunan merokok di kalangan remaja.

Langkah berikutnya yang ditempuh oleh Emirat adalah dengan membubuhkan pesan di kemasan rokok. Saat ini kemasan rokok hanya berisi peringatan bahwa merokok adalah penyebab utama kanker paru-paru dan penyakit jantung. Nah, di Emirat diimbuhi dengan merokok sama dengan membunuh, begitu kira-kira.

Al Maidour berkata bahwa di negara-negara seperti Kanada, Australia dan Thailand telah memberlakukan undang-undang yang mengatur kemasan bungkus rokok dengan gambar grafis. Bahkan uruguay telah membuatnya wajib bahwa 80 persen dari paket harus diambil oleh gambar.

Pejabat senior Departemen Kesehatan Emirat memperingatkan bahwa populasi orang dewasa di negara ini adalah perokok berat dan berharap bahwa ada undang-undang yang mengurangi tingkat orang yang terkena asap rokok pasif. Undang-undang itu sendiri baru diberlakukan Ahad kemarin (10/1). Di Emirat maka akan ada pelarangan merokok di dalam mobil jika terdapat anak kecil, di kedai kopi dan toko-toko. Begitu juga iklan rokok akan mendapat perhatian yang sangat ketat. (sa/gulfnews)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang