Di Inggris, Janggut Dianggap Membahayakan Para Petinju

Kamis, 14/01/2010 12:20 WIB | Arsip | Cetak

Keputusan organisasi Asosiasi Tinju Amatir di Inggris (Amateur Boxing Association of England-ABAE) melarang total para petinju memelihara janggut dengan dalih demi keselamatan saat para petinju berlaga di ring, menuai protes dari komunitas Muslim dan Sikh di negeri itu.

ABAE menetapkan kebijakan baru itu sejak bulan Desember lalu. Awalnya, ABAE memberikan pengecualian bagi petinju yang dari komunitas Sikh, yang para prianya juga biasa memelihara janggut seperti pria-pria Muslim. Tapi kemudian ABAE menyatakan bahwa larangan berjanggut bagi para petinju berlaku untuk semua agama.

Seorang pejabat ABAE mengatakan, pengecualian yang diberikan pada petinju dari komunitas Sikh adalah sebuah kesalahan dan sudah diralat. "Menurut saya ada kesalahan dalam pertimbangan. Mereka tidak mempekirakan implikasinya," kata pejabat tadi.

Sementara, Manager bidang perlindungan anak nasional di ABAE, Barry Jones mengatakan bahwa larangan total memelihara janggut bagi para petinju amatir merupakan kebijakan badan internasional asosiasi petinju amatir. "Ini tidak ada hubungannya dengan masalah ras, tapi hanya karena alasan kesehatan dan keselamatan," ujarnya.

Namun komunitas Muslim dan Sikh di Inggris menilai kebijakan baru ABAE tidak sensitif dan tidak menghormati tradisi keagamaan kelompok minoritas. "Karena kami berjanggut, maka kami tidak bisa bertarung. Sebuah alasan yang buruk. Karir seseorang tidak bisa dihancurkan hanya karena janggutnya," protes Sheryar, seorang petinju muda dari kota Bolton.

Petinju muslim, Mohammed Patel yang juga dari Bolton malah sudah setahun ini tidak naik ke atas ring lagi karena ia memelihara janggut. "Kebijakan itu membuat Mohammed kesal dan kecewa," kata Inayat Omarji, manajer bidang anak-anak dan kepemudaan di Dewan Masjid Bolton.

Direktur Network of Sikh Organizations di Inggris, Indarjit Singh menilai kebijakan baru ABAE sangat mengejutkan karena akan merugikan komunitas agama tertentu. "Kebijakan itu merupakan kemunduran yang harus dilawan," tukas Singh.

Ia mengatakan, dulu banyak petinju yang berjanggut dan tidak pernah menimbulkan persoalan. Menurutnya, semua cabang olah raga ada resikonya tapi janggut sama sekali bukan penyebab dari resiko itu.

Larangan memelihara janggut bagi para petinju, sebenarnya sudah diberlakukan terlebih dulu oleh organisasi tinju profesional di Inggris, British Boxing Board of Control. Organisasi ini juga melarang petinju profesional berjanggut dengan alasan untuk menghormati keberagaman agama di Inggris. (ln/iol)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang