Di Inggris, Janggut Dianggap Membahayakan Para Petinju

Keputusan organisasi Asosiasi Tinju Amatir di Inggris (Amateur Boxing Association of England-ABAE) melarang total para petinju memelihara janggut dengan dalih demi keselamatan saat para petinju berlaga di ring, menuai protes dari komunitas Muslim dan Sikh di negeri itu.
ABAE menetapkan kebijakan baru itu sejak bulan Desember lalu. Awalnya, ABAE memberikan pengecualian bagi petinju yang dari komunitas Sikh, yang para prianya juga biasa memelihara janggut seperti pria-pria Muslim. Tapi kemudian ABAE menyatakan bahwa larangan berjanggut bagi para petinju berlaku untuk semua agama.
Seorang pejabat ABAE mengatakan, pengecualian yang diberikan pada petinju dari komunitas Sikh adalah sebuah kesalahan dan sudah diralat. "Menurut saya ada kesalahan dalam pertimbangan. Mereka tidak mempekirakan implikasinya," kata pejabat tadi.
Sementara, Manager bidang perlindungan anak nasional di ABAE, Barry Jones mengatakan bahwa larangan total memelihara janggut bagi para petinju amatir merupakan kebijakan badan internasional asosiasi petinju amatir. "Ini tidak ada hubungannya dengan masalah ras, tapi hanya karena alasan kesehatan dan keselamatan," ujarnya.
Namun komunitas Muslim dan Sikh di Inggris menilai kebijakan baru ABAE tidak sensitif dan tidak menghormati tradisi keagamaan kelompok minoritas. "Karena kami berjanggut, maka kami tidak bisa bertarung. Sebuah alasan yang buruk. Karir seseorang tidak bisa dihancurkan hanya karena janggutnya," protes Sheryar, seorang petinju muda dari kota Bolton.
Petinju muslim, Mohammed Patel yang juga dari Bolton malah sudah setahun ini tidak naik ke atas ring lagi karena ia memelihara janggut. "Kebijakan itu membuat Mohammed kesal dan kecewa," kata Inayat Omarji, manajer bidang anak-anak dan kepemudaan di Dewan Masjid Bolton.
Direktur Network of Sikh Organizations di Inggris, Indarjit Singh menilai kebijakan baru ABAE sangat mengejutkan karena akan merugikan komunitas agama tertentu. "Kebijakan itu merupakan kemunduran yang harus dilawan," tukas Singh.
Ia mengatakan, dulu banyak petinju yang berjanggut dan tidak pernah menimbulkan persoalan. Menurutnya, semua cabang olah raga ada resikonya tapi janggut sama sekali bukan penyebab dari resiko itu.
Larangan memelihara janggut bagi para petinju, sebenarnya sudah diberlakukan terlebih dulu oleh organisasi tinju profesional di Inggris, British Boxing Board of Control. Organisasi ini juga melarang petinju profesional berjanggut dengan alasan untuk menghormati keberagaman agama di Inggris. (ln/iol)
Lainnya (Arsip)
- Mursyid 'Aam Ikhwanul Muslimin : Pemilihan Mursyid ke 8 di Tunda
Kamis, 14/01/2010 11:13 WIB - Qaradhawi: Semua Bertanggung Jawab atas Nasib Al Quds
Kamis, 14/01/2010 11:02 WIB - Melecehkan Al-Quran dan Islam Cuma Dipenjara Satu Tahun ?
Kamis, 14/01/2010 10:14 WIB - Kekuatan Militer India Membahayakan Pakistan
Kamis, 14/01/2010 10:08 WIB - Hasil Survey: Israel Lebih Toleran daripada Swiss?
Kamis, 14/01/2010 08:49 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




