Di Mesir, Kepada Siapa Obama Berbicara?

Senin, 01/06/2009 17:25 WIB | Arsip | Cetak

Kedatangan presiden AS, Barack Obama ke Mesir, dalam pekan ini menyisakan satu pertanyaan besar: untuk apa dan kepada siapa kelak Obama berbicara, menyampaikan pidatonya? Karena setidaknya, ada beberapa isyu besar Timur-Tengah di mana melibatkan beberapa pihak yang punya kepentingan.

Pertama, soal Iran yang telah membuat capai semua pihak, karena permainan petak-umpetnya yang tak begitu jelas status keberpihakannya pada siapa dan selalu dibuat besar dengan masalah bom nuklir yang sejak empat tahun belakangan ini hanya berupa gembar-gembor belaka, kemudian Iraq-Afghansitan, dan terakhir, masalah Palestina yang dijajah oleh Israel.

Tadinya, semua orang sudah hampir sepakat bahwa Obama akan memilih Indonesia, negeri dengan mayoritas Muslim pada kunjungan pertamanya dalam menangani persoalan umat Islam. Menjelang kedatangan Obama ini, Mesir jelas mempunyai masalah tersendiri.

Kasus hangat adalah Saad Eddin Ibrahim, seorang sosiolog Amerika-Mesir yang menulis artikel bahwa “Demokrasi selalu berpusat pada Obama, dan pada siapa akan ditujukan.” Hosni Mubarak, presiden Mesir, meresponnya dengan memenjarakan professor berumur 70 tahun ini, karena tulisannya akan mengganggu kedatangan “sang tamu agung” dari AS tersebut. Selain Ibrahim, ada pula Ayman Nour, yang menentang Obama dengan mengatakan bahwa kedatangan Obama hanya membuat Islam menjadi tidak punya nilai dan harga.

Lantas, untuk menghadapi dua hal ini saja, apa yang akan dilakukan oleh Obama? Sejauh ini Obama telah menentang semua kasus ini, bertentangan dengan isyu HAM dan demokrasi yang selama ini mereka dengungkan. Jika Obama tidak berani mengucapkan apapun tentang hal ini, maka tiada syak prasangka lagi jika inilah kegagalan Amerika yang telah jauh-jauh hari dirintis oleh George Bush, pendahulu Obama. Tentu masih segar dalam ingatan bahwa Amerika ingin sekali menegakan demokrasi di Iraq dan mencopot Saddam Hussein begitu saja. Afghanistan hari ini menjadi penguat kebijakan plin-plan dari Amerika yang lain.

Maka, pidato Obama, begitu juga efek yang ditimbulkannya dengan kedatangannya di Timur Tengah ini hanya akan menghasilkan sebuah retorika basi belaka. Obama sepertinya akan mengatakan tentang aspirasinya tentang pluralisme agama, pendidikan secular, hak lebih untuk wanita (emansipasi), dan ekonomi modern, sesuatu yang selalu ia ucapkan setiap saat. Presiden itu seharusnya sadar, ia harus berbicara kepada kaum Muslim, bukan kepada birokrat yang mengundangnya. (sa/wp)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang