Dibalik Kunjungan Singkat Netanyahu ke Yordania

Rabu, 28/07/2010 15:41 WIB | Arsip | Cetak

Setelah setahun belakangan ini Israel-Yordania terlibat "perang dingin", hubungan keduanya nampaknya akan menghangat kembali setelah kunjungan mendadak Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ke Yordania. Raja Yordania, Raja Abdullahn menyambut kedatanyang Netanyahu di istananya di Amman, Selasa (28/7).

Netanyahu terakhir berkunjung ke ibukota Yordania pada bulan Mei tahun 2009. Sejak itu, komunikasi antara Netanyahu dan Raja Abdullah hanya dilakukan lewat telepon dan para staff masing-masing jarang melakukan kontak.

Keraguan Raja Abdullah atas kesungguhan Netanyahu dalam proses perdamaian Israel-Palestina serta berbagai aksi kekerasan Israel di Palestina, membuat hubungan Tel Aviv-Amman jadi kurang harmonis.

Tapi tiba-tiba, Netanyahu "terbang" ke Amman dan melakukan pembicaraan dengan Raja Abdullah. Tidak tanggung-tanggung, kunjungan Netanyahu yang terkesan dirahasiakan itu, mengikutsertakan Kepala Badan Intelijen Israel Mossad, Meir Dagan, Penasehat Keamanan Nasional Uzi Arad dan Sekretaris bidang kemiliteran Yohanan Locker. Usai melakukan pembicaraan, Netanyahu dalam keterangannya bahkan sesumbar bahwa Raja Abdullah percaya atas kesungguhan Israel dalam proses perdamaian Israel-Palestina.

Bukan tanpa sebab Raja Abdullah mau menerima kehadiran Netanyahu di istananya. Sumber-sumber di Israel mengatakan bahwa ada peran AS di belakangnya. Presiden Barack Obama, ditengarai telah menelpon Raja Abdullah secara pribadi hari Jumat pekan lalu, dan menekan Raja Abdullah agar mau melakukan pertemuan dengan Netanyahu.

Setelah pembicaraan telepon itu, Meir Dagan langsung menyusun rencana kunjungan Netanyahu secara diam-diam ke Amman. Hanya beberapa menteri senior Israel yang tahu kunjungan tersebut, bahkan kedutaan besar Israel di Yordania baru tahu Perdana Menterinya berkunjung ke Amman setelah melihat berita di televisi.

Sebuah kunjungan singkat yang hanya berlangsung selama empat jam. Netanyahu baru memberikan keterangan soal kunjungannya ke Amman setelah kembali ke Yerusalem. Dalam kerangan persnya, Netanyahu mengatakan bahwa pertemuannya dengan Raja Abdullah membahas tentang rencana dialog langsung antara Israel dan Otoritas Palestina. Bagi Israel, Yordania adalah kunci penting untuk meyakinan Otoritas Palestina agar mau membuka dialog baru secara langsung dengan Israel. Netanyahu sama sekali tidak menyinggung bagaimana sikap Yordania soal Yerusalem Timur atau masalah pemukiman ilegal Israel.

Apa yang diungkapkan Netanyahu usai pertemuan dengan Raja Abdullah, berbeda dengan kesan yang diberikan Raja Abdullah selama ini terhadap Israel. Pada London Times, Raja Abdullah pernah mengatakan bahwa tiga bulan "bekerjasama" dengan Netanyahu merupakan masa-masa yang paling tidak menyenangkan selama 10 tahun sejak ia naik tahta menjadi Raja Yordania pada tahun 1999. (ln/hrz)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang