Dikirimi Surat oleh Hamas, Obama Bungkam
Hamas menyatakan bahwa pihaknya sudah mengirimkan dua pucuk surat kepada Presiden AS Barack Obama yang isinya meminta agar Obama melakukan upaya untuk mengakhiri blokade Israel di Jalur Gaza serta keterlibatan Mesir dalam blokade itu. Namun sampai saat ini, Obama belum menjawab permintaan Hamas dalam dua suratnya itu.
Juru bicara Hamas, Tahir Al-Nunu pada mengungkapkan bahwa kedua surat itu ditulis oleh Perdana Menteri dari Hamas, Ismail Haniah terkait blokade yang dilakukan "dua sekutu" Israel-Mesir terhadap wilayah dan warga Palestina di Jalur Gaza. "Perdana Menteri Haniya mendesak Obama untuk mengakhiri blokade Israel di Gaza serta menghormati hasil pemilu di Palestina dimana Hamas keluar sebagai pemenangnya dan berhak menjalankan pemerntahan di Palestina," ujar Al-Nunu seperti dikutip kantor berita AFP.
"Tapi Haniya belum mendapatkan jawaban dari kantor Presiden (Obama)," sambungnya.
Untuk urusan konflik Israel-Palestina, pemerintahan Obama menunjuk George Mitchell sebagai utusan khusus dan sudah beberapa kali berkunjung ke Israel untuk membahas negosiasi damai dengan Palestina. Belum lama ini, Mitchell ditugaskan untuk menjadi meditor negosiasi tidak langsung antara Tel Aviv dan Otoritas Palestina di Tepi Barat. Mitchell tidak pernah melibatkan Hamas, sebagai faksi terbesar di Palestina dan pemenang pemilu di Palestina dalam setiap upaya perundingan yang dilakukan AS.
Dalam pertemuan dengan Mitchell hari Minggu (9/5) kemarin, Otoritas Palestina pimpinan Presiden Mahmud Abbas mengatakan bahwa perundingan Israel-Palestina akan dilanjutkan meskipun faktanya Israel menolak menghentikan pembangunan pemukiman-pemukiman baru di wilayah Palestina di Tepi Barat. Padahal sebelumnya Otoritas Palestina menyatakan bersedia melanjutkan negosiasi asalkan Israel menghentikan semua aktivitas pembangunan pemukiman.
Keputusan Otoritas Palestina itu tentu saja menuai kecaman keras dari Hamas yang garis perjuangannya menolak kerjasama dan toleransi terhadap rezim Zionis Israel, penjajah tanah Palestina. Hamas menyatakan keputusan kembali ke meja perundingan dengan Israel hanya akan memberi peluang yang lebih luas bagi rezim Zionis itu untuk melakukan penindasan terhadap rakyat Palestina. (ln/prtv)
Lainnya (Arsip)
- Jumlah Kelahiran Yahudi Ternyata Sama Dengan Jumlah Kelahiran Orang Arab
Selasa, 11/05/2010 07:11 WIB - Izzet Sahin, Ditangkap Israel Karena Membantu Rakyat Gaza
Selasa, 11/05/2010 06:54 WIB - Arlina Zeka Dikeluarkan Dari Sekolah Karena Berjilbab, Rakyat Kosovo Protes
Selasa, 11/05/2010 06:33 WIB - Hadirkan Pembicara dari Israel, Dosen Mesir Boikot Acara Konferensi Ilmiah
Senin, 10/05/2010 16:31 WIB - Gara-Gara Shalat, Aktor Terkenal Turki Disangka Gila
Senin, 10/05/2010 15:53 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




