Dilema Taliban Pakistan, Musuh Atau Teman?

Senin, 09/11/2009 14:48 WIB | Arsip | Cetak

Taliban menjadi alasan utama perang yang dikobarkan negara-negara Barat di Aghanistan. Perang melawan Taliban mulai melebar ke negara tetangga Afghanistan, Pakistan yang dituding menjadi surga persembunyian para pejuang dan pendukung Taliban, sehingga Pakistan pun belakangan ini menjadi sasaran gempuran bom yang dimuntahkan pesawat-pesawat tanpa awak milik militer AS di Afganistan.

Hampir delapan tahun perang di Aghanistan, Taliban belum sepenuhnya bisa ditumbangkan. Bahkan sebaliknya, perlawanan mereka makin kuat dan membuat pasukan asing putus asa. Mayoritas rakyat Aghanistan juga bertanya-tanya, mengapa begitu sulit bagi pasukan asing yang jumlahnya mencapai ratusan ribu dan memiliki persenjataan lebih lengkap serta canggih, untuk mengalahkan kelompok Taliban yang dari sisi kekuatan serta peralatan sangat minim.

Tak heran jika muncul kecurigaan terhadap pasukan asing bahwa mereka telah sengaja memanfaatkan Taliban dan menyesatkan publik dengan isu-isu terkait Taliban. Kecurigaan itu menguat melihat sikap AS dan sekutunya Inggris yang memberikan dukungan pada pemerintah Pakistan dalam memberangus kelompok Taliban, tapi pada saat yang sama pemerintah Pakistan memberikan tempat "aman" bagi kelompok Taliban dari Afghanistan.

Quetta, salah satu kota di Pakistan menjadi sumber logistik bagi Taliban dan menjadi basis bagi pimpinan Taliban Afghanistan. Kelompok Taliban di Afghanistan mendapat pasokan, misalnya sepeda motor dan sim card telepon genggam yang diselundupkan dari Quetta.

Quetta menjadi wilayah yang krusial karena Taliban Afghanistan hampir menguasai seluruh wilayah pinggiran kota itu dan menerapkan hukum Islam di wilayah tersebut.

"Taliban Afghanistan dan Taliban Pakistan ibarat saudara kembar. Amerika seharusnya bisa memaksa Pakistan untuk menentukan apakah Taliban di negara itu teman atau musuh," kritik anggota parlemen Aghanistan, Dawood Sultanozy.

Situasinya bertolak belakang dengan posisi Pakistan dan AS sekarang ini. Di satu sisi sebagai musuh, di sisi lain sebagai sebuah aliansi. Pakistan menjadi sekutu AS dalam menumpas Taliban dan Pakistan menjadi musuh AS selama Pakistan terus melindungi Taliban dari Afghanistan.

Sulit bagi Pakistan untuk membantah kuatnya pengaruh Taliban di wilayah-wilayah tertentu negara itu. Meski minim persenjataan canggih, tidak bisa dibantah bahwa Taliban pernah berkuasa di Aghanistan. Saat masih berkuasa di Aghanistan, Taliban membuka kantor kedutaannya di sejumlah negara, termasuk di Islamabad, ibukota Pakistan. Setelah Taliban tumbang, dua negara lainnya, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab masih mengakui pemerintahan Taliban. Dan setelah tragedi serangan 11 September 2001, cuma Pakistan yang mengakui pemerintahan Taliban.

Pendek kata, jangan meremehkan Taliban. Kelompok ini memiliki manajemen organisasi yang rapi, sumber daya manusianya memadai dan punya sumber-sumber intelijen yang baik. (ln/bbc)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...

Safe Deposite Box di BCA Syariah
Barang-barang berharga seperti emas, perhiasan ataupun surat-surat berharga seperti sertifikat rumah, tanah, kendaraan dan lainnya tentu harus disimpan baik agar tidak hilan/r...


Peluang