Ditekan Kelompok Kiri, Walikota Bologna Batalkan Rencana Pembangunan Masjid
.jpg)
Otoritas pemerintah Italia menangguhkan rencana pendirian masjid di kota Bologna, karena kuatnya tekanan dari kelompok sayap kiri yang menentang pendirian masjid itu.
Walikota Bologna Sergio Cofferati mengatakan, pihaknya akan melakukan survey terhadap warga setempat, untuk memindahkan rencana pembangunan masjid ke kawasan San Donato, wilayah tetangga Bologna.
"Kami akan mempertimbangkan perasaan wilayah-wilayah sekitarnya, kemudian baru memutuskan, " kata Cofferati.
Ia menyatakan, warga harus diberi kesempatan untuk memeriksa secara teliti rencana-rencana pembangunan di kotanya dan diberi kesempatan untuk memdiskusikan ukuran bangunan dan lokasinya.
Untuk itu, pemerintahan kota setempat sudah menanyai sejumlah warga dan meminta komunitas Islam dan serta asosiasi-asosiasi Muslim di kota tersebut menyerahkan proposal pembangunan masjid paling lambat 18 Oktober mendatang. Pengerjaan masjid itu rencananya akan dimulai bulan Januari 2008.
Cofferati meyakinkan warga Muslim bahwa masjid itu akan dibangun di San Donato. "Saya menegaskan, masjid itu akan dibangun dan masjid itu akan dibangun di wilayah itu, " tandasnya.
Partai Northern League menjadi kelompok yang paling gembira atas penangguhan rencana pembangunan masjid di Bologna, karena partai inilah yang memotori kampanye menentang pembangunan masjid tersebut.
Anggota parlemen dari Partai Northern League, Roberto Marini menyebut keputusan itu sebagai "kemenangan" buat mereka. Tapi ia menyatakan bahwa "pertempuran belum selesai. "
"Kita harus meyakinkan dewan kota tidak sedang melakukan trik untuk melakukan pembangunan masjid, yang bertentangan dengan keinginan warga kota, " ujar Marini.
Penentangan kelompok anti-Islam di Italia terhadap rencana pembangunan masjid memang sangat kuat. Pekan kemarin, senator dari Partai Northern League Roberto Calderoli menyerukan penyelenggaraan "Hari Babi" atau "Pig Day" sebagai bentuk protes terhadap rencana pembangunan masjid di Bologna. Seruan Calderoli tentu saja membuat warga Muslim marah.
Selain di Bologna, warga Genoa awal September ini juga memprotes rencana pembangunan masjid di kota itu, dengan alasan masjid yang akan dibangun terlalu dekat dengan gereja.
Data resmi pemerintah Australia menyebutkan, saat ini ada sekitar 1, 2 juta warga Muslim di Italia yang mayoritas penduduknya beragama Kristen Katolik. Dari 1, 2 juta itu, termasuk di antaranya 20. 000 mualaf. (ln/iol)
Lainnya (Arsip)
- Inilah Astronot Muslim Pertama yang Akan Menghabiskan Ramadhan di Ruang Angkasa
Jumat, 21/09/2007 14:38 WIB - Bush Ubah Strategi Sikapi Iran
Jumat, 21/09/2007 13:59 WIB - PM Prancis Dituntut Tarik Pernyataannya Soal Iran
Jumat, 21/09/2007 10:45 WIB - Henry Kissinger: Ketakutan AS Pada Iran Bukan Soal Nuklir Tapi Minyak
Jumat, 21/09/2007 09:28 WIB - Mantan PM Israel Akui Serangan Udara Israel ke Suriah
Kamis, 20/09/2007 17:06 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




