Ditekan Yahudi, Perancis Hentikan Siaran TV Al-Aqsa Hamas

Rabu, 23/12/2009 08:51 WIB | Arsip | Cetak

Sumber-sumber media melaporkan bahwa ada tekanan kuat yang dilakukan oleh lobi Yahudi Perancis di Paris untuk menghentikan saluran transmisi TV yang memberikan ruang maksimum bagi Gerakan Perlawanan Islam Hamas.

Website "News First Class" yang banyak menampilkan cerita-cerita Yahudi - melaporkan bahwa Pemerintah Perancis telah mengeluarkan surat peringatan kepada perusahaan yang memiliki satelit Eutelsat agar mereka menghentikan penyiaran saluran TV satelit Al-Aqha milik Hamas, dialporkan juga  pemerintah Perancis meminta perusahaan yang memiliki satelit untuk bersikap tegas terhadap saluran TV Al-Aqsa yang disiarkan dari Jalur Gaza, karena menurut mereka kontens dari saluran TV tersebut tidak sesuai dengan hukum Perancis.

Pemerintah Perancis menyatakan dalam sambutannya bahwa siaran saluran TV Hamas telah menghasut kebencian dan kekerasan dan menyerukan tindakan "teroris" dan bertentangan dengan Pasal XV dari hukum Perancis terkait media, yang dengan jelas melarang semua program yang menyebarkan kebencian dan kekerasan di antara agama-agama.

Mengomentari peringatan yang dikeluarkan oleh pemerintah Perancis, Mark Dovevich Direktur Jenderal Pertahanan Demokrasi di Washington mengatakan bahwa lembaga-lembaga lobi Yahudi di Amerika Serikat, yang bergerak di Perancis memiliki peran yang sangat penting berkenaan dengan konflik yang dilakukan oleh Israel terhadap apa yang disebut sebagai media yang dimiliki oleh kelompok teroris.

Dia melanjutkan dengan mengatakan: "Jika perusahaan Perancis yang memiliki satelit Eutelsat menghentikan penyiaran TV Al-Aqsa, kami berharap bahwa hal ini akan menjadi langkah dalam cara mengurangi kemampuan Hamas untuk menyebarkan ide-ide mereka."

Situs berbahasa Ibrani "News First Class" tersebut pada akhir laporannya menyatakan bahwa saluran TV satelit Al-Aqsa milik Hamas menggunakan satelit Eutelsat Perancis dan satelit Arabsat, dijelaskan juga bahwa Yayasan Pertahanan Demokrasi di Washington, sebelumnya telah berupaya keras untuk menghentikan siaran saluran TV Al Manar milik Hizbullah yang siarannya dipancarkan ke lebih dari 13 saluran satelit di seluruh dunia.(fq/imo)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang