Ditemukan Kepala Babi di Dua Masjid Malaysia

Kamis, 28/01/2010 08:12 WIB | Arsip | Cetak

Polisi Malaysia pada hari rabu kemarin (27/1) menemukan kepada babi di dua masjid di lokasi dekat terjadinya bentrokan etnis sembilan tahun lalu, setelah serangkaian serangan pembakaran dan aksi sabotase di tempat-tempat ibadah.

Penemuan kepala babi di masjid tersebut telah mengobarkan kembali ketegangan di mayoritas penduduk Muslim Malaysia, sehingga mendorong polisi untuk mengeluarkan peringatan keras terhadap masyarakat untuk menahan emosi.

Polisi mengatakan bahwa kepala babi ditemukan di dua masjid yang lingkungannya mayoritas berpenduduk melayu, namun etnis campuran di Kuala Lumpur menemukan dua kepala babi tersebut di masjid di pinggiran ibukota Kuala Lumpur.

Masjid ini terletak di dekat distrik yang pada tahun 2001, terjadi bentrokan antar etnis yang mengakibatkan enam orang tewas dalam bentrokan tersebut.

Sebelumnya 11 gereja dan sebuah sekolah Katolik dan sebuah kuil Sikh dan tiga mesjid telah mengalami aksi vandalisme dalam beberapa minggu terakhir di tengah perselisihan atas penggunaan kata "Allah" oleh umat Kristen.

Meskipun serangan dan aksi vandalisme tidak mewakili bahaya secara langsung, namun hal itu menimbulkan keprihatinan di kalangan investor asing, sementara Perdana Menteri Datuk Seri Najib Razak telah berjanji untuk menarik lebih banyak investasi asing ke negeri Malaysia.

Kepala polisi dan negara bagian Selangor Khalid Abu Bakar menyatakan bahwa ada pihak yang mencoba untuk mempengaruhi situasi atau mencoba mengambil kesempatan untuk membangkitkan kemarahan dari setiap kelompok etnis."

Abubakar mengatakan polisi akan bekerja sama dengan pihak pengurus masjid lokal dan lingkungan setempat untuk mencoba menenangkan situasi yang ada.

Sengketa antar agama di Malaysia berasal dari putusan pengadilan yang dikeluarkan pada tanggal 31 (Desember) lalu, yang memungkinkan sebuah koran Katolik untuk menggunakan kata "Allah" dalam bahasa Malaysia untuk menggambarkan Tuhan dalam agama kristen.

Sebuah kelompok yang dibentuk pada situs sosial Facebook di Internet untuk memprotes penggunaan kata "Allah" bagi non-Muslim telah menarik lebih dari 250 ribu orang sejauh ini.(fq/aby)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang