Dituduh Memasok Dana untuk Ikhwan, Lima Orang Akan Disidang

Empat orang warga Mesir dan satu orang berkebangsaan Saudi akan menghadapi pengadilan di Mesir pada tanggal 14 Juni mendatang atas tuduhan melakukan pencucian uang dan melakukan pendanaan terhadap organisasi terlarang Ikhwanul Muslimin, kata sumber pengadilan kepada AFP pada hari Ahad kemarin (9/5)
"Sidang mereka akan dimulai pada tanggal 14 Juni lewat pengadilam darurat di Pengadilan Tinggi Keamanan Negara. Mereka telah dituduh membiayai organisasi terlarang yang dikumpulkan melalui sumbangan yangb erasal dari luar negeri," kata sumber itu.
Lima orang ini akan diadili setelah didakwa melakukan penyaluran uang melalui badan amal Inggris yang berbasis Islam untuk mendanai kegiatan gerakan Ikhwan di Mesir, kata sumber itu.
Tiga terdakwa yaitu Awad al-Qarni yang berkebangsaan Saudi dan Ibrahim Munir Ahmad Mustafa dan Wagdi Abdul-Hamid Ghanaim harus diadili secara in absentia karena mereka tinggal di luar negeri.
Dan dua terdakwa lain masing-masing bernama Ashraf Muhammad Abdul Halim, seorang dokter dan sekretaris jenderal perwakilan sindikat dokter, dan Usamah Muhammad Suliman yang memimpin sebuah perusahaan keuangan besar di Mesir, keduanya berada di Mesir.
Kedua orang tersebut dituduh melakukan pencucian uang sebesar 3.560.000 dolar (2,8 juta euro) melalui beberapa rekening bank sebelum memasoknya ke Ikhwanul Muslimin dan dengan uang tersebut dipakai Ikhwan untuk mendanai kegiatan mereka di Mesir, kata sumber itu.
Empat orang terdakwa lain - Qarni, Mustafa, Ghanaim dan Abdul-Halim juga dituduh memasok uang untuk Ikhwan dengan besaran nilai 4.000.000 poundsterling ($ 5.900.000).
Kelompok HAM Internasional telah berulang kali mengkritik penggunaan pengadilan darurat di bawah hukum darurat yang sudah ada sejak tahun 1981-yang mengingkari adanya hak banding.
Ikhwanul Muslim secara resmi dilarang di Mesir tetapi anggotanya mengontrol seperlima kursi di parlemen setelah mereka maju dalam pemilu dengan 'baju' independen.(fq/aby)
Lainnya (Arsip)
- Konferensi Alumni Al-Azhar Serukan untuk Hadapi Kebangkitan Syi'ah
Senin, 10/05/2010 12:37 WIB - Karzai Sowan ke Tuannya di Washington
Senin, 10/05/2010 11:43 WIB - Chicago: Senjata Api Dapat Ditukar dengan Kartu Kredit
Senin, 10/05/2010 11:00 WIB - Masjid di Filipina Selatan Diserang Bom
Senin, 10/05/2010 10:47 WIB - AS Ngotot Taliban Pakistan Berada Dibalik Serangan Bom New York
Senin, 10/05/2010 09:04 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




