Dituduh Memasok Dana untuk Ikhwan, Lima Orang Akan Disidang

Senin, 10/05/2010 13:09 WIB | Arsip | Cetak

Empat orang warga Mesir dan satu orang berkebangsaan Saudi akan menghadapi pengadilan di Mesir pada tanggal 14 Juni mendatang atas tuduhan melakukan pencucian uang dan melakukan pendanaan terhadap organisasi terlarang Ikhwanul Muslimin, kata sumber pengadilan kepada AFP pada hari Ahad kemarin (9/5)

"Sidang mereka akan dimulai pada tanggal 14 Juni lewat pengadilam darurat di Pengadilan Tinggi Keamanan Negara. Mereka telah dituduh membiayai organisasi terlarang yang dikumpulkan melalui sumbangan yangb erasal dari luar negeri," kata sumber itu.

Lima orang ini akan diadili setelah didakwa melakukan penyaluran uang melalui badan amal Inggris yang berbasis Islam untuk mendanai kegiatan gerakan Ikhwan di Mesir, kata sumber itu.

Tiga terdakwa yaitu Awad al-Qarni yang berkebangsaan Saudi dan Ibrahim Munir Ahmad Mustafa dan Wagdi Abdul-Hamid Ghanaim harus diadili secara in absentia karena mereka tinggal di luar negeri.

Dan dua terdakwa lain masing-masing bernama Ashraf Muhammad Abdul Halim, seorang dokter dan sekretaris jenderal perwakilan sindikat dokter, dan Usamah Muhammad Suliman yang memimpin sebuah perusahaan keuangan besar di Mesir, keduanya berada di Mesir.

Kedua orang tersebut dituduh melakukan pencucian uang sebesar 3.560.000 dolar (2,8 juta euro) melalui beberapa rekening bank sebelum memasoknya ke Ikhwanul Muslimin dan dengan uang tersebut dipakai Ikhwan untuk mendanai kegiatan mereka di Mesir, kata sumber itu.

Empat orang terdakwa lain - Qarni, Mustafa, Ghanaim dan Abdul-Halim juga dituduh memasok uang untuk Ikhwan dengan besaran nilai 4.000.000 poundsterling ($ 5.900.000).

Kelompok HAM Internasional telah berulang kali mengkritik penggunaan pengadilan darurat di bawah hukum darurat yang sudah ada sejak tahun 1981-yang mengingkari adanya hak banding.

Ikhwanul Muslim secara resmi dilarang di Mesir tetapi anggotanya mengontrol seperlima kursi di parlemen setelah mereka maju dalam pemilu dengan 'baju' independen.(fq/aby)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang