DK PBB Keluarkan Resolusi, AS Abstein

Jumat, 09/01/2009 10:12 WIB | Arsip | Cetak

Dewan Keamanan PBB akhirnya mengeluarkan resolusi terkait agresi brutal Israel di Jalur Gaza. Resolusi itu didukungan 14 anggota Dewan Keamanan kecuali AS, satu-satunya anggota Dewan Keamanan yang abstein atas resolusi itu.

Resolusi tersebut menyerukan "gencatan senjata sesegera mungkin, yang berlangsung lama dan setiap pihak harus menghormati penuh gencatan senjata" di Jalur Gaza. Resolusi yang draftnya disusun bersama antara negara-negara Arab, AS, Inggris dan Prancis juga memerintahkan penarikan mundur pasukan Israel dari Gaza, namun tidak dijelaskan dengan detil kerangka waktu penarikan mundur pasukan Israel.

Sekjen PBB Ban Ki-moon menyatakan lega dengan keluarnya resolusi tersebut, setelah AS berusaha menghalang-halangi upaya tersebut.

Laporan al-Jazeera dari markas besar Dewan Keamanan PBB di New York menyatakan, resolusi itu bukan kemenangan penuh bagi negara-negara Arab yang selama ini memperjuangan draft resolusi terhadap agresi Israel di Gaza. Karena pada saat yang sama, AS dan beberapa negara lainnya berencana mengeluarkan apa yang disebut "pernyataan kepresidenan" yang sifatnya tidak mengikat. Negara-negara Arab sebenarnya frustasi dengan sikap Dewan Keamanan yang sebelumnya menolak draft resolusi usulan Libya dan lebih menerima draft yang dibuat oleh AS, Inggris dan Prancis.

Resolusi yang akhirnya dikeluarkan PBB itu, isinya tidak tegas untuk menekan Israel agar menghentikan agresi kejinya di Jalur Gaza. Resolusi itu misalnya, meminta Israel agar membuka semua perbatasan tapi tidak menyebutkan kapan harus dibuka.

Begitu juga dengan seruan agar Israel menarik pasukannya dari Gaza, dalam resolusi itu tidak disebutkan dengan tegas kapan Israel harus mulai menarik pasukannya. Resolusi menyatakan mengutuk semua aksi-aksi kekerasan Israel yang dilakukan secara langsung pada rakyat sipil Palestina dan menyebutnya sebagai tindakan terorisme.

Resolusi yang bersifat mengikat ini masih menjadi tantangan bagi Dewan Keamanan PBB, apakah berani menjatuhkan sanksi jika Israel melanggar dan menolak mematuhi resolusi itu. Selama ini, Israel sudah sering melanggar resolusi DK PBB, namun tidak pernah mendapat sanksi tegas. (ln/aljz)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang