PBB Hapus Lima Nama Taliban dari Daftar Teroris

Kamis, 28/01/2010 08:46 WIB | Arsip | Cetak

Dewan Keamanan PBB menghapus lima nama pemimpin senior Taliban dari daftar teroris. Mereka adalah Faiz Mohammad Faizan, Shams-US-Safa, Mohammad Musa dan Abdul Hakim, semuanya mantan pejabat pemerintahan Taliban saat masih berkuasa di Afghanistan.

Dalam pernyataan resmi DK PBB disebutkan bahwa tim panel setuju menghapus lima nama dari daftar teroris. Dengan demikian, larangan bepergian, pembekuan asset dan embargo senjata yang dikenakan pada kelima nama tersebut, dicabut.

Menurut seorang sumber diplomat Barat, lima orang mantan pejabat Taliban itu dihapus namanya dari daftar teroris karena mereka dianggap sudah "lebih moderat" dan bisa diajak dialog dengan pemerintahan Presiden Hamid Karzai di Afghanistan. Karzai, belakangan ini ini gencar meminta DK PBB menghapus sejumlah nama anggota Taliban dari daftar teroris dan berencana mengangkat isu ini dalam konferensi Afghanistan yang berlangsung di London hari Kamis (28/1).

Karzai berharap mendapat dukungan Barat atas rencananya menawarkan uang dan pekerjaan untuk membujuk anggota Taliban agar meletakkan senjata. Tapi mantan dubes Taliban untuk Arab Saudi, Habibullah Fawzi mengatakan bahwa Karzai sudah gagal bernegosiasi dengan Taliban.

"Pemerintahan Karzai seharusnya sudah bisa berdialog dengan gerakan Taliban, jika pemerintah memiliki kesamaan pandangan dengan komunitas internasional. Tapi Karzai sudah kehilangan kesempatan itu dan alih-alih meneruskan negosiasi, pemerintahan Karzai dan pasukan asing malah terus menggempur Taliban dan menangkapi anggota Taliban," papar Fawzi.

"Situasi ini memaksa Taliban untuk tetap berperang," sambungnya.

Berdasarkan Resolusi DK PBB tahun 1999, PBB menerapkan sanksi pada gerakan Taliban karena dianggap membantu jaringan Al-Qaida. Atas dasar resolusi itu, seluruh negara anggota PBB wajib mengenakan sanksi tersebut pada anggota Taliban dan entitas yang berafiliasi dengan Taliban dan atau Al-Qaida. Sedikitnya, ada 500 nama termasuk 142 pihak yang dikaitkan dengan Taliban dan masuk dalam daftar teroris DK PBB itu. (ln/aljz)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang