Dokter Gigi Jerman Usir Pasien Bernama "Jihad"

Sabtu, 06/02/2010 09:43 WIB | Arsip | Cetak

Seorang dokter gigi Jerman menolak untuk mengobati seorang anak laki-laki remaja berumur 16 tahun anak pada minggu ini karena nama pertamanya berarti "Jihad", kata ayah anak laki-laki tersebut Jumat kemarin (5/2).

Keluarga muslim di kota Donaueschingen Jerman itu akhirnya meminta polisi untuk mendakwa wanita dokter gigi tersebut dengan tuduhan melakukan tindakan diskriminasi atas inside yang terjadi hari Selasa lalu.

Remaja muslim itu pergi ke dokter gigi untuk membetulkan penyangga giginya - namun ia di usir oleh dokter gigi yang mengatakan bahwa namanya dianggap mendeklarasikan perang terhadap non-Muslim.

Anak remaja ini bernama "Cihad", ejaan dari bahasa Turki untuk kata "jihad", yang merupakan nama anak laki-laki yang umum di negara-negara Islam.

Dokter gigi kemudian mengatakan kepada Schwarzwaelder Boten, sebuah surat kabar di Jerman selatan, bahwa dia kemudian menyesali keputusannya, karena hal itu bukan kesalahan anak itu sendiri karena orang tuanya lah yang memberi nama'.

Meskipun sering media menerjemahkan jihad sebagai 'perang suci', ulama disana menyatakan pada hari Jumat kemarin bahwa hal itu adalah istilah umum dalam Islam yang berarti melayani Tuhan dengan segenap kemampuan yang ada.

Pihak berwenang yang berhubungan dengan kedokteran gigi mengatakan mereka sedang memeriksa apakah dokter yang mengusir remaja tersebut telah melanggar kontrak kewajibannya untuk memperlakukan semua pasien dengan adil.

Anak itu telah menjalani perawatan meluruskan gigi-selama dua tahun di praktek klinik dokter yang sama, tetapi dengan dokter gigi yang berbeda, yang kebetulan absen pada hari itu.

Sang ayah mengatakan ia heran kenapa orang bisa keberatan dengan nama anaknya.

"Namanya belum pernah ada masalah sebelumnya," katanya. Sebelumnya orang tua anak itu mengatakan kepada surat kabar alasan ia memilih nama anaknya seperti, karena itu terdengar bagus, bukan keluar dari motivasi Islam sedikitpun.

Pejabat kotamadya di Donaueschingen juga menyatakan terkejut bahwa anak itu harus menerima penolakan oleh dokter. "Ini nama yang biasa di Turki," kata seorang juru bicara kota.(fq/irishsun)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang