Dokumen Militer Turki untuk Kudeta Erdogan Ternyata Asli

Sumber terpercaya salah satu koran di Turki mengungkap ditemukannya sebuah dokumen asli yang menuliskan agenda militer Turki untuk menyingkarkan pemerintah resmi yang dipegang oleh pimpinan Justice and Development Party (AK Party), Rajab Thayib Erdogan. Koran bernama "Zaman" terbitan Turki ini menuliskan bahwa dokumen yang diberitakan keluar pertanggal 12 Juni lalu adalah asli. Di bagian bawahnya tertulis “dikeluarkan oleh Departemen Informasi dan Komunikasi Staf Umum Angkatan Darat Turki.” Dokumen itu dibubuhi tanda tangan seorang pimpinan militer Turki bernama Kolonel Dursun Cicek.
Isi dokumen itu secara rinci menuliskan strategi untuk menggulingkan pemerintahan yang dipimpin Partai Keadilan dan Pembangunan (AK Party). Mereka juga berencana mencemarkan nama baik Fathullah Gulen, seorang Ulama Turki beraliran Said Nursi yang memiliki kekuatan massa dan kini berdomisili di Amerika Serikat.
Surat kabar ini kemudian menuliskan, dokumen itu didapat dari seorang tentara tak dikenal yang telah mengirimkan dokumen itu kepada jaksa penuntut umum serta mengadukan permasalahan terkait organisasi Ergenekon (Organisasi Teroris yang didakwa memilik agenda menggulingkan pemerintah Turki dan upaya pembunuhan terhadap Erdogan).
Dalam surat pengaduannya tentara itu menyebut dirinya sebagai seorang “nasionalis sejati.” Ia mendapatkan dokumen tersebut dari kumpulan map yang ia curi dari Departemen Informasi dan Komunikasi tempat dimana Kol. Cicek bekerja.
Koran ini kemudian menambahkan, bahwa Mahkamah di Turki telah menugaskan kepada Komite Medis untuk menganalisa keaslian tandatangan dalam dokumen tersebut. Apakah ia asli milik Kolonel Cicek atau bukan? Hasil laporannya kemudian menyebutkan, berdasarkan investigasi yang dilakukan oleh lembaga medis yang memeriksa genetik diketahui bahwa tanda tangan di dokumen itu seratus persen asli milik Kolonel Cicek.
Penolakan Militer dan Keterlibatan Israel
Namun pihak militer yang sudah menerima informasi ini dan melakukan investigasi sendiri, diberitakan menolak kebenaran dokumen agenda kudeta tersebut. Kepala Staf Angkatan Darat, Ilker Basbug mengatakan, dokumen itu hanya secarik kertas biasa yang isinya tidak membahayakan. Ilker kemudian dengan tegas membantah keaslian dokumen itu.
Sejak awal laporan dokumen kudeta itu tersebar dan sampai ke Staf Angkatan Darat, dikabarkan Jaksa Militer langsung mendapat tekanan dari Ilker untuk melakukan penyelidikan menyusut siapa tentara yang membocorkan dokumen itu. Saat ini ia diperkirakan tengah menjadi seorang perwira di kemiliteran Turki.
Pernyataan ini dari Ilker seolah meredakan kasus tersebut, namun pihak AK Party masih belum puas dan mengajukan kasus ini ke pengadilan sipil. Kasus ini mejadi lamban karena ditangani pihak militer, dan kolonel Cicek pun terbebaskan dari tuduhan. Beberapa pengamat di Turki menilai, Israel kemungkinan besar berada di balik agenda kudeta tersebut. Mereka gusar dengan kebijakan luar negeri Erdogan yang belakangan ini sangat kental dalam membela kemaslahatan umat Islam.(sn/ism)
Lainnya (Arsip)
- Protes Invasi AS ke Afghan, Diplomat AS Mundur
Rabu, 28/10/2009 11:22 WIB - Pakar: Tsunami Sewaktu-Waktu Bisa Menghantam Israel
Rabu, 28/10/2009 10:01 WIB - Tanggapi Islamophobia, Presiden Libya Tulis Novel dan Skrip Film
Rabu, 28/10/2009 08:12 WIB - Menlu Irak Menyerukan Campur Tangan PBB
Selasa, 27/10/2009 16:43 WIB - Pengacara Eropa: Kami Sudah Punya Daftar Pelaku Kejahatan Perang di Gaza
Selasa, 27/10/2009 15:40 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




