Dokumen Rahasia Pemerintah AS Soal Serangan 9/11, Bocor Lagi

Informasi baru tentang peristiwa serangan 11 September 2001 di AS terkuak. Lembaga American Civil Liberties Union (ACLU) berhasil mendapatkan sebuah dokumen rahasia milik pemerintah AS terkait peristiwa Black September itu.
Dalam dokumen itu terungkap bahwa pemerintahan AS yang ketika itu dipimpin oleh Presiden George W. Bush ternyata menekan komisi investigasi 9/11 agar tidak menyelidiki lebih jauh insiden yang menewaskan ribuan warga AS itu. Pemerintahan Bush menolak permohonan Komisi untuk meminta keterangan dari para tersangka pelaku serangan dengan alasan, Komisi telah "melampui batas" jika hal itu dilakukan dan akan mengganggu upaya pemerintah untuk melindungi bangsa dan negara AS.
Dengan dalih bahwa pemerintah perlu melindungi keamanan nasional termasuk melindungi rakyat AS dari serangan-serangan teroris di masa depan, pemerintahan Bush memerintahkan agar Komisi Investigasi 9/11 tidak melakukan penyelidikan lebih jauh lagi terhadap peristiwa serangan tersebut.
"Pejabat pemerintahan AS bertanggung jawab atas penegakkan hukum, pertahanan dan fungsi-fungsi intelijen pemerintah. Kami mendesak Komisi untuk tidak lebih jauh lagi mengusulkan untuk ikut serta dalam proses interogasi para tahanan," demikian isi dokumen yang didapat ACLU. Tahanan yang dimaksud adalah para tersangka pelaku serangan 11 September 2001 yang sudah ditangkap dan dipenjarakan AS.
Dokumen dalam bentuk surat itu bertanggal 6 Januari 2004 dan ditandatangani oleh mantan Jaksa Agung AS, John Ashcroft, Menteri Pertahanan, Donald Rumsfeld dan Direktur CIA, George Tenet.
Komisi Investigasi dibentuk pemerintah AS pada bulan November 2002. Tugasnya, menyiapkan laporan menyeluruh tentang hal-hal terkait peristiwa serangan 11 September 2001 yang masih menimbulkan tanda tanya besar. Seiring perjalanan waktu, makin banyak orang termasuk di kalangan masyarakat AS sendiri yang meyakini bahwa AS telah memanipulasi peristiwa serangan yang dikenal dengan Black September itu.
Kecurigaanpun makin menguat, mengapa pemerintahan Bush ketika itu melarang Komisi Investigasi 9/11 menyelidiki lebih jauh serangan tersebut? Ada apa? (ln/prtv)
Lainnya (Arsip)
- Terungkap, Pasukan AS Curi Organ Tubuh Tahanan Abu Ghraib Irak
Kamis, 18/03/2010 10:38 WIB - Tekan Biaya Pengeluaran Negara, Yordania Potong Gaji Menteri
Kamis, 18/03/2010 09:42 WIB - Dituduh Lakukan Genosida, Erdogan Ancam Usir Warga Armenia dari Turki
Kamis, 18/03/2010 09:09 WIB - Nikah Mut’ah Di Iran: Menikah Satu Menit, Menyesal Seumur Hidup
Kamis, 18/03/2010 07:29 WIB - Selamat Datang Di Era Perang!
Kamis, 18/03/2010 05:52 WIB
Dunia
Terkait
- Laporan Taliban Siap Merebut Kembali Afghanistan Setelah Penarikan NATO
- Surat Kabar Mesir Gaddafi Dua Kali Mencoba Membunuh Mubarak
- Pesawat Drone AS Diterbangkan dari Pangkalan Rahasia di Ethiopia
- Pengadilan AS Perintahkan FBI Bayar Biaya Perkara Dewan Shura Islam
- Penjara Rahasia CIA untuk Interogasi Tersangka Teroris Ditemukan di Rumania
- Sarkozy ke Obama Netanyahu Pemimpin Pembohong
- Kanada Diam Diam Lakukan Pengiriman Bom Uranium ke AS
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
5 Langkah Pengadaan Sarana Air Bersih di Gunung Kidul, Yogyakarta
Kalau kita mengenal sawah tadah hujan, yakni sawah yang sumber air utamanya dari air hujan, ternyata ada juga beberapa desa di Indonesia yang “hidup” hanya saat musim hujan. Mengapa demikian ? k…
Aksi Cepat Tanggap
ACT Bantu Korban Banjir Tangerang
Setelah menyalurkan bantuan di Perumahan Taman Cikande, Tangerang, tim Aksi Cepat Tanggap (ACT), Senin sore (16/1/2012) kembali bergerak menuju lokasi banjir lainnya. Lokasi itu adalah Desa Patrasan…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




