Dr David Kelly, Bunuh Diri atau Dibunuh?

Senin, 07/12/2009 12:03 WIB | Arsip | Cetak

Enam tahun setelah kematian David Kelly, enam dokter Inggris berinisiatif untuk meminta penyelidikan atas kematia mantan anggota PBB yang bertugas memeriksa persenjataan Irak . Para dokter itu curiga penyebab kematian Kelly bukan karena bunuh diri seperti klaim selama ini, tapi sengaja dibunuh.

Kematian Kelly yang pakar dalam bidang senjata biologi, diduga terkait dengan keterlibatan Inggris dalam invasi ke Irak. Ia ditemukan tewas hutan dekat rumahnya di Oxfordshire, Inggris Tengah pada 17 Juli 2003 setelah menjadi nara sumber dalam sebuah acara BBC. Dalam acara itu, Kelly melontarkan pernyataan yang kemudia menjadi kontroversi di Inggris.

Kelly mengatakan bahwa Inggris terlalu berlebih mengekspos soal senjata pemusnah massal pemerintahan Saddam Hussein, sebagai cara untuk membenarkan tindakan agresi militer ke Irak.

Kematian Kelly menggemparkan Inggris dan PM Inggris saat itu, Tony Blair memerintahkan penyelidikan atas tewasnya Kelly yang juga bekerja di departemen pertahanan Inggris. Hasil penyelidikan ketika itu menyimpulkan bahwa Kelly bunuh diri dengan mengiris nadi tangannya setelah sebelumnya menenggak pil penawar rasa sakit.

Tapi sekelompok dokter di Inggris dibawah pimpinan Michael Powers merasa yakin bahwa kesimpulan itu meragukan dan harus diselidiki lagi. Dokter Powers adalah mantan asisten tim yang memeriksa penyebab kematian Kelly.

"Dari bukti yang kami miliki terkait penyebab kematiannya, khususnya aspek pendarahan. Kami tidak percaya ada cukup bukti untuk membuktikan tanpa keraguan bahwa ia (Kelly) bunuh diri," kata Powers.

Sebelum ini, banyak kalangan di Inggris yang meragukan tewasnya Kelly akibat bunuh diri. Seorang anggota parlemen Inggris dari kelompok demokrat liberal, Norman Baker dalam bukunya menyatakan bahwa Kelly sebenarnya dibunuh. Baker menulis buku itu berdasarkan bukti-bukti yang ia kompilasi. (ln/prtv)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang