Draft Rencana Perang Inggris di Afghanistan Bocor ke Publik

Inggris kemungkinan memperpanjang penempatan pasukannya di Afghanistan sampai lima tahun mendatang. Hal itu terungkap dari draft komunike konferensi Afghanistan yang bocor ke media massa Inggris.
Konferensi Afghanistan rencananya akan digelar di London pekan ini, yang akan membahas strategi baru militer Inggris dalam perang di Afghanistan. Dan Inggris, menurut laporan The Times edisi Senin (25/1) nampaknya akan tetap menempatkan pasukannya di povinsi Helmand, yang selama ini menjadi "wilayah kekuasaan" pasukan Inggris di Afghanistan.
Pasukan Inggris bergabung dalam pasukan NATO dibawah komando militer AS. Berbeda dengan Inggris, beberapa negara yang ikut mengirimkan pasukannya ke Afghanistan dibawah bendera NATO belum memutuskan apakah akan tetap melanjutkan komitmennya dalam perang di Afghanistan seperti yang diminta AS. Mereka masih menunggu hasil konferensi Afghanistan di London yang akan berlangsung hari Kamis lusa.
Draft yang mengisyaratkan perpanjangan penempatan pasukan Inggris di Afghanistan sampai lima tahun mendatang, bertolak belakang dengan pernyataan Presiden AS Barack Obama yang mengatakan bahwa penarikan pasukan asing dari Afghanistan sudah bisa dilakukan pada pertengahan tahun 2011.
Dalam draft komunike yang bocor ke media massa disebutkan,"Pasukan Afghanistan akan memimpin dan melakukan operasi-operasi keamanan di wilayah-wilayah rawan di Afghanistan dalam jangka waktu tiga tahun dan bertanggung jawab atas keamanan fisik selama lima tahun."
Draft tersebut juga mencantumkan dana sebesar ratusan juta poundsterling untuk membantu pemerintah Afghanistan "menyuap" para pejuang Taliban agar mau meletakkan senjata dan membiayai pendidikan serta pelatihan ketrampilan bagi rakyat Afghanistan.
Sepanjang pekan kemarin, Menteri Pertahanan Inggris Bob Ainsworth menyatakan bahwa upaya proses perdamaian di Afghanistan membutuhkan waktu yang panjang. Namun komandan-komandan pasukan AS di negeri itu mengingatkan bahwa pasukan-pasukan asing di Aghanistan akan menghadapi situasi yang lebih keras sebelum mereka berhasil mewujudkan proses perdamaian itu dan itu artinya akan lebih banyak lagi pasukan asing yang bakal mati di medan pertempuran Afghanistan. (ln/prtv)
Lainnya (Arsip)
- Misteri Kematian Kelly: Bukti-Bukti Disembunyikan Selama 70 Tahun
Selasa, 26/01/2010 09:42 WIB - Program TV "Cuci Otak" AS terhadap Anak-Anak Pakistan
Selasa, 26/01/2010 08:59 WIB - Pemberontak Syi'ah Houthi Akhirnya "Menyerah"
Selasa, 26/01/2010 08:29 WIB - Percobaan Pembunuhan terhadap Pendiri Anshor Al-Islam
Selasa, 26/01/2010 08:13 WIB - Israel Kobarkan Perang Baru dengan Hizbullah
Senin, 25/01/2010 17:51 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




