Dua Produser Al Jazeera "Menghilang" di Afghanistan

Selasa, 16/06/2009 17:04 WIB | Arsip | Cetak

Dua produser stasiun televisi Al Jazeera sudah dua hari menghilang dan tidak diketahui keberadaannya, setelah memenuhi panggilan untuk datang ke markas besar intelejen Afghanistan di kota Kabul hari Senin kemarin. Diduga keduanya ditahan di suatu tempat oleh pihak intelejen Afghanistan.

Qais Azimy, produser senior Al Jazeera bahasa Inggris datang ke markas besar intelejen Afghanistan di Kabul setelah diminta menemui sejumlah pejabat berwenang disana untuk keperluan wawancara. Sedangkan Shah yang bekerja untuk Al Jazeera bahasa Arab dijemput dari kantor biro Al Jazeera oleh dua orang yang mengaku sebagai aparat keamanan Afghanistan.

Pihak Al Jazeera belum tahu apa yang sebenarnya terjadi pada kedua produsernya yang berkewarganegaraan Afghanistan itu. Tidak jelas, dimana keduanya berada dan apa tuduhan yang dikenakan pada mereka. Direktur program berita Al Jazeera bahasa Inggris, Al Anstey menyatakan, pihaknya mengkhawatirkan keselamatan Azimy dan Shah.

"Azimy adalah seorang wartawan yang memiliki komitmen dan dedikasi tinggi. Ia salah satu wartawan andalan tim kami di Afghanistan. Begitu pula Hameedullah Shah, ia seorang wartawan yang profesional yang meraih berbagai penghargaan atas hasil kerjanya di Al Jazeera Afghanistan," kata Al Anstey.

Diduga kedua wartawan Al-Jazeera itu diduga ditangkap terkait hasil kerja jurnalistik mereka. Kemungkinan ada otoritas berwenang di Afghanistan yang tidak suka dengan laporan Azimy hari Jumat pekan kemarin, dimana ia membuat liputan tentang para pejuang Taliban di kota Kunduz, sebelah utara Afghanistan.

Dalam wawancara yang dilakukan Azimy, seorang pimpinan Taliban mengatakan bahwa mereka punya ratusan orang dibawah komandonya dan punya 12 orang pelaku bom bunuh diri yang siap melaksanakan aksinya. Informasi itu sangat sensitif bagi aparat berwenang di Afghanistan karena dua hari lagi, negara itu akan menggelar pemilu presiden. (ln/aljz)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang