Senin depan, Dubai siap meresmikan 'Burj al-Imarat', gedung tertinggi yang dibangun di atas kota itu yang juga menjadi gedung dan menara tertinggi di dunia. Acara pembukaan dipastikan akan berlangsung mewah dan meriah, sekaligus memperingati empat tahun menjabatnya Syaikh Muhammad Rashid Ali Maktum sebagai wali Dubai.
Tender proyek pembangunan gedung tersebut ditangani oleh perusahaan kontraktor Imar, yang separuh sahamnya dimiliki oleh pemerintahan Emirat. Gedung yang berdiri gagah berbalut lapisan logam dan kaca itu sendiri masih belum dipastikan kadar ketinggiannya. Namun, pihak kontraktor menegaskan tingginya lebih dari 800 meter.
Kantor berita berbahasa Arab Alarabiya (2/1) melansir, angka pasti ukuran ketinggian gedung al-Imarat akan diumumkan pada hari peresmian. Gedung dan menara itu sendiri terdiri dari 160 tingkar, berdiri di atas tanah seluas 330 ribu meter kubik dan berbobot 31400 ton serta 57 lift.
Biaya pembangunan gedung ini, yang dapat dilihat dari kejauan 95 KM, pada awal mula anggaran proyeknya mencapai 1 juta dolar. Beberapa surat kabar dalam negeri Emirat melansir, biaya pembangunannya melebihi angka tersebut. (ags/aby)
"Sistem perbankan yang saling menguntungkan, dengan keanekaragaman produksi dan skema keuangan yang lebih variatif" Sistem perbankan syariah adalah alternatif sistem perbankan yang saling menguntungkan kedua belah pihak (nasabah dan bank), yang di dukung oleh keanekaragaman produk dan skema keuangan yang lebih variatif, dan dilakukan secara transparan agar adil bagi kedua belah pihak.
Namaku Siko, lengkapnya Siko Tjikoa, usia 27 tahun, aku tak pernah menulis cerita, sekedar untuk berbagi maka aku ceritakan sebisaku, sebelumnya mohon maaf jika mungkin banyak hal yang tidak sesuai dengan anda para pembaca.
Tak disangka, Islamic Book Fair (IBF) ke-9 yang baru usai 14 Maret lalu menyimpan kenangan bagi saya. Setidaknya, atas izin Allah swt, saya bertemu beberapa kawan saya yang telah terpisah selama tujuh tahun. Dan kami bertemu di stand bank syariah di pameran buku tersebut.
Bank Syariah Bukopin (BSB) berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp831 juta, artinya total laba tersebut naik sebesar 110,77 persen dari tahun lalu yang rugi sebesar Rp7,71 milyar. Hal ini terungkap saat Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan BSB Selasa (12/3) lalu.
Dengan adanya perbankkan syariah pertumbuhan ekonomi akan semakin terjamin dari kehalalnya. Karena produk-produk yang di tawarkan oleh perbankan syariah adalah sebuah produk yang mana berlandaskan dengan hukum-hukum syariah yang telah Allah berikan dan diolah sedemikian mungkin sehingga masyarakat luas menjadi tahu.
Salah satu contoh dari pertanyaan yang mereka ajukan adalah saat mereka bertanya tentang - bra/bh, mereka bertanya apa fungsinya dan mengapa mereka tidak dipakaikan juga
Tiga warga Desa Sukorejo, Bojonegoro, terjangkit Demam Berdarah. Tak menunggu lama, tim ACT yang tergabung dalam Masyarakat Relawan Indonesia langsung terjun ke lokasi melakukan fogging.