Dubes AS di Kabul Tolak Pasukan Tambahan, Mengapa?

Dubes AS untuk Afghanistan, Karl Eikenberry ternyata menentang pengiriman pasukan tambahan AS ke Afghanistan. Hal ini terungkap dalam pesan kabel yang berstatus rahasia, yang dikirim Eikenberry ke Washington sejak sepekan lalu dan baru bocor ke media massa hari ini.
Sikap Eikenberry tergolong berani dan berpotensi menimbulkan pertikaian dengan para jenderal militer AS yang menginginkan agar pemerintahan Obama mengirim pasukan tambahan ke Afghanistan. Tidak jelas seberapa besar pengaruh pesan yang dikirim Eikenberry itu pada Obama. Yang jelas, sampai pertemuan kedelapan dengan jajaran pejabat militernya hari Rabu kemarin, Obama masih belum bisa memutuskan apakah akan mengirimkan puluhan ribu pasukan tambahan ke Afghanistan untuk menghadapi Taliban.
Alasan Eikenberry menentang pengiriman pasukan tambahan, karena keprihatinannya atas korupsi dalam tubuh pemerintahan Presiden Afghanistan Hamid Karzai. Menurutnya, selama korupsi di Afghanistan masih merajalela, pengiriman pasukan tambahan tidak ada manfaatnya.
Saat ini, AS sudah mengerahkan sekitar 68.000 tentaranya ke Afghanistan. Jika digabungkan dengan pasukan koalisi, maka jumlah pasukan asing di Afghanistan mencapai 100.000 ribu orang. Anehnya, selama hampir delapan tahun sejak invasi AS ke Afghanistan, pasukan asing seolah tidak berdaya menghadapi perlawanan Taliban. Taliban malah makin leluasa menguasai kembali daerah-daerah yang dulu diambilalih oleh pasukan AS dan sekutunya.
Siapa yang berada di belakang Taliban sebenarnya? Permainan pemerintah Afghanistan atau konspirasi AS sendiri untuk melenggengkan penjajahannya di Negeri Para Mullah itu? (ln/bbc/iol)
Lainnya (Arsip)
- Kepedulian Muslim Amerika Pada Keluarga Korban Fort Hood
Kamis, 12/11/2009 16:04 WIB - Jamuan “Para Dewa” Man City, Sheikh Mansour?
Kamis, 12/11/2009 15:11 WIB - Mahasiswa Muslim Kembali Jadi Korban Pengeroyokan di London
Kamis, 12/11/2009 14:27 WIB - Pengacara Wanita Saudi Akan Diijinkan Masuk ke Ruang Sidang
Kamis, 12/11/2009 14:13 WIB - Rakyat Sipil Dibantai, Pejabat Irak Terima Suap?
Kamis, 12/11/2009 12:16 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




