Duet AS-Israel; Obama-Clinton + Netanyahu-Lieberman

Jumat, 06/03/2009 13:57 WIB | Arsip | Cetak

Keputusan Presiden AS, Barack Obama untuk memboikot Konferensi Durban II, kemudian diikuti oleh Kanada, Italia, Prancis, dan tentu saja Israel, membuat bangsa Zionis itu menarik nafas lega. Bukan hanya sekadar pemenuhan janji yang telah diucapkan oleh para penasihat Obama selama ini, tetapi juga merupakan sebuah sinyal kuat, bahwa adminstrasi AS yang baru, "mempunyai hati" terhadap Yahudi.

Hal itu dipertegas dengan kedatangan Hillary Clinton ke Israel pekan ini; Yahudi jelas mengharap banyak dari hubungan Israel-AS di masa mendatang. Selama di Israel, Hillary mengikrarkan komitmennya terhadap Israel. Hal paling mendasar yang menjadi perhatian Israel adalah bagaimana sebenarnya Obama memosisikan pemerintahan baru Israel di bawah Benjamin Netanyahu. Hillary meyakinkan Netanyahu bahwa apapun yang terjadi, AS akan tetap membantu Israel untuk menerapkan sistem dua negara.

Beberapa pekan belakangan ini, Israel memang dilanda ketakutan akan banyak hal. Berawal dari berbagai reaksi anti-Semit yang menggejala di Eropa, Israel merasa dikhianati oleh berbagai pemerintahan Barat sehubungan tidak adanya sanksi para pemerintah itu kepada rakyatnya yang melakukan protes terhadap Israel. Kecuali Inggris tentunya yang telah menunjukan loyalitas yang hebat terhadap Israel. Pemerintahnya memberlakukan UU anti-teror yang jelas-jelas menyudutkan orang Islam dan menguntungkan posisi Yahudi. Perdana Menteri Gordon Brown putra seorang Yahudi, dan ia telah menunjukannya secara jelas dalam segala kebijakannya selama ini.

Apa yang menjadi permasalahan bagi Israel sekarang ini adalah kinerja para pemimpin Yahudi di Gedung Putih dan Downing Street untuk menggerakan orang-orang yang peduli dengan Israel. Sekadar contoh, jika warga Inggris dan AS telah sepakat memboikot pertemuan Durban II dan keputusannya, tapi mereka pun menuntut Israel untuk membuka Jalur Gaza, bagaimana pemimpin Yahudi menyikapi ini? Siapa yang akan didukung oleh orang AS dan Inggris dalam skenario seperti ini?

Ada beberapa ulangan kejadian yang sama di masa lalu, terutama saat George Bush berkuasa. Tepatnya setelah ledakan perang AS-Iraq. Saat itu, Israel diam-diam memperlebar pemukimannya di tanah Palestina, dan Bush dengan sekretarisnya, Jim Baker, mengatakan "Biarkan saja!". Apakah Obama pun nanti akan bersikap sama? Itu yang harus diuji dan dibuktikan dalam beberapa bulan ke depan. Jika tim Obama-Hillary sukses mempertahankan imej hubungannya dengan Iran, maka akan menjadi lebih mudah bagi koalisi Netanyahu dan Avigdor Lieberman untuk mengambil jatah "menggarap" Palestina. Siapa yang duluan cepat, maka itulah yang akan segera mengambil kesempatan. (sa/hrtz)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang