Dukung Larangan Cadar, Imam Masjid Perancis Diusir oleh Jamaah

Media Perancis pada hari Sabtu kemarin (30/1), melaporkan bahwa jamaah sebuah masjid di dekat ibukota Perancis Paris telah mengusir seorang imam masjid, karena dukungan imam tersebut atas rencana pemerintah Perancis untuk melarang penggunaan cadar.
Media itu menjelaskan bahwa seorang imam masjid di pinggiran kota Paris yang bernama Hassan Syaljawmi terpaksa harus meninggalkan sholat Jumat setelah di usir oleh jamaah masjid, ditengah perlindungan aparat kepolisian dan kecaman para jamaah masjid.
Jamaah masjid menyerukan dan meminta agar Hassan di pecat dari jabatannya sebagai khatib dan imam masjid, serta menyatakan bahwa masjid ini merupakan rumah kedamaian bagi seluruh umat Islam dan tidak boleh disalahgunakan untuk tujuan politik tertentu.
Dalam seruannya yang di dipublikasikan di internet, jamaah masjid menyatakan bahwa seharusnya Hassan Syaljawmi tidak berbicara atas nama jamaah masjid dalam dukungannya terhadap keputusan parlemen Perancis yang melarang cadar, dan mereka juga meminta agar Syaljawmi segera dipecat dari jabatannya.
Syaljawmi dalam khutbahnya menyatakan bahwa cadar atau burqa tidak memiliki dasar dalam Al-Quran dan ia menyatakan juga bahwa hal itu hanyalah sebuah tradisi yang sangat berbahaya bagi agama Islam.
Tidak hanya itu, Syaljawmi menuduh kaum muslimim di Perancis sebagai pengkhianat dan menyebut mereka sebagai Yahudi.
Sementara itu, Syaljawmi mengatakan bahwa ia telah menerima beberapa ancaman pembunuhan beberapa hari sebelum ia diusir dari masjid oleh para jamaah dan saat ini ia mendapatkan perlindungan penuh dari polisi. Namun jamaah masjid dan umat Islam di wilayah tersebut menyatakan bahwa Syaljawmi telah berbohong dan melebih-lebihkan cerita dari fakta yang sesungguhnya.(fq/imo)
Lainnya (Arsip)
- Israel Kembangkan Satelit Kecil Untuk Mata-Matai Negara Arab
Sabtu, 30/01/2010 05:35 WIB - Usamah bin Ladin Bicara Soal Fenomena Perubahan Iklim
Jumat, 29/01/2010 17:36 WIB - Tokoh Senior Hamas Tewas Secara Misterius di Dubai
Jumat, 29/01/2010 16:04 WIB - Aktivis Anti-Perang: Konferensi London Cuma Omong Kosong
Jumat, 29/01/2010 16:03 WIB - Gereja dan Masjid Jadi Target Serangan di Malaysia
Jumat, 29/01/2010 14:40 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




