Dunia, Dengarlah Pesan Dua Wartawan Prancis Yang Ditawan Taliban!
Taliban merilis sebuah video singkat dua wartawan Prancis untuk stasiun televisi France 3. Kedua orang Prancis itu tertangkap di Provinsi Kapisa pada 30 Desember. Di beberapa forum internet, keduanya secara keliru diidentifikasi sebagai "tentara Prancis."
Berikut penuturan mereka.
“Pertama-tama, saya ingin meyakinkan keluarga saya, keluarga dan terutama ibuku, saya sehat, dan kami diperlakukan dengan baik di sini. Kami ingin keluar dari situasi ini dan saya ingin meyakinkan mereka bahwa kami baik dan mudah-mudahan kami akan keluar dan bahwa negosiasi akan bergerak maju sedikit demi sedikit dan saya berharap sesegera mungkin.
Saya juga menyerukan kepada Presiden Republik Nikolas Sarkozy dan pemerintah Prancis bahwa perundingan harus dilakukan secepat mungkin karena kami sudah 3 minggu berada di sini. Saya tidak tahu apa pun yang terjadi, tapi saya berharap bahwa perundingan dilanjutkan. Kami menunggu dan menunggu, dan kami harap perundingan mengalami kemajuan.”
Banyak yang mengartikan pesan wartawan Prancis itu dalam beberapa makna.
Pertama, tentu saja Taliban tidak memperlakukan mereka dengan brutal dan kasar. Mereka diberi makanan dan pakaiana yang layak, tidak pernah disiksa.
Kedua, Taliban hanya akan membuka perundingan dengan pihak asing jika pihak asing mempertimbangkan untuk segera menarik mundur dari tanah air mereka. (sa/worldanalysis)
Lainnya (Arsip)
- Islamic Banking Menyentuh Australia
Rabu, 17/02/2010 06:34 WIB - Hamas Bubarkan Perayaan Valentine
Rabu, 17/02/2010 06:22 WIB - AS Kibarkan Bendera Putih Di Afghanistan?
Rabu, 17/02/2010 06:09 WIB - Generasi Baru Al-Qaidah Telah Datang
Selasa, 16/02/2010 15:16 WIB - Siaran Berbahasa Arab; Memangnya, Ada Orang Menonton?
Selasa, 16/02/2010 14:15 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




