Erdogan: Kami Bersama Arab Karena Keadilan
.jpg)
Perdana Menteri Turki Recep Tayyep Erdogan menegaskan jika negara yang tengah dipimpinnya berkomitmen untuk menjadi perwujudan negara yang adil dan ideal, baik dalam menjalankan kinerja dalam negerinya atau pun politik luar negerinya.
"Turki berkomitmen untuk menjadi representasi negara yang adil, baik di dalam atau pun luar negeri, khususnya dalam masalah-masalah yang berkaitan dengan kemanusiaan," kata Erdogan pada Rabu (20/1) kemarin di Markas OKI di Riyadh, Saudi Arabia.
Dalam jumpa pers yang didampingi Sekjen OKI Prof. Dr. Ekmelettin Ihsanoglu (yang juga berasal dari Turki), Erdogan juga menegaskan negaranya akan berjuang dan berdampingan dengan negara-negara Arab karena alasan keadilan.
"Kerjasama, komitmen, dan perjuangan kami atas nama kadilan juga tengah dan akan terus berlangsung dengan negara-negara lainnya," tutur Erdogan.
Pada kesempatan itu, rdogan juga menyinggung masalah bergabungnya Turki dengan Uni Eropa, yang kini masih terus dalam proses. Dikatakannya, Turki tidak menghendaki Uni Eropa menjadi Klub Kristen.
"Sekarang ini, secara ekonomi, Turki sudah mulai melangkah untuk bersejajar dengan Uni Eropa, dan kami telah 'bergabung', dan nanti dalam masalah politik," katanya.
Erdogan juga mengkritik sikap setengah hati Eropa terkait diterimanya Turki menjadi bagian dari uni negara-negara Eropa itu. "Sudah lebih dari 50 tahun prosesi bergabungnya Turki dengan Uni Eropa berlangsung. Jika Eropa terus menghalangi prosesi ini, justru Eropa-lah yang nanti akan menanggung beban dan malu di akhir proses," tegasnya.
Erdogan mengunjungi Markas OKI di sela-sela kunjungan kenegaraannya ke Saudi Arabia yang sudah berlangsung sejak beberapa hari yang lalu. Pada kunjungan itu, beberapa traktat kerjasama antara kedua negara, utamanya masalah investasi, perdagangan, dan ekonomi, telah berhasil disepakati.
Dalam kunjungan tersebut, PM Erdogan juga menyempatkan untuk menunaikan ibadah umrah. (ags/db)
Lainnya (Arsip)
- Giliran Mesir Diredam Banjir
Jumat, 22/01/2010 07:57 WIB - Betulkah Michael Jackson Telah Masuk Islam?
Jumat, 22/01/2010 07:43 WIB - Massachusetts; Sebuah Pukulan Untuk Obama
Jumat, 22/01/2010 07:21 WIB - Tentara AS Ke Haiti: Bantuan Atau Invasi?
Kamis, 21/01/2010 21:27 WIB - Mustahilnya Membelah Pejuang Taliban Pakistan dan Afghanistan
Kamis, 21/01/2010 17:52 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




