Erdogan: Masalah Gaza Adalah Masalah Nurani

Perdana Menteri Turki yang tengah naik daun Recep Tayyep Erdogan menegaskan jika reaksi yang ditunjukan dan disampaikan oleh pemerintahannya terkait kezaliman di Jalur Gaza adalah reaksi atas masalah kenuranian, karena masalah Gaza adalah masalah nurani dan kemanusiaan.
Ditegaskan Erdogan, sebagai sebuah negara yang besar dan pewaris sebuah imperium Muslim adiluhung (Utsmaniyyah), sudah selayaknya Turki berada di garda depan atas masalah-masalah kemanusiaan seperti Gaza.
"Tidak ada kaitannya dengan perubahan peta politik luar negeri Turki. Reaksi Turki yang melejit atas masalah Gaza lebih banyak didorong nurani, kemanusiaan, dan perdamaian," kata Erdogan sebagaimana dilansir Dunya Bulteni (7/1).
Penegasan tersebut disampaikan Erdogan di hadapan para Duta Besar dan Diplomat Turki dalam sebuah penataran yang digelar mulai Senin (4/1).
Dalam penataran itu, Erdogan tampak berusaha memahamkan para Duta Besar dan Diplomat negaranya atas beberapa kebijakan luar negeri pemerintahan Turki. Masalahnya, banyak isu yang menyebutkan jika Turki di masa pemerintahan Erdogan hendak mengubah haluan negara itu menuju "Timur".
Terkait masalah Gaza, Turki memang tampil menjadi garda depan dunia Muslim yang bersuara tegas dan dapat didengar oleh dunia. Baru-baru ini, misalnya, dalam kasus perseteruan antara rombongan kemanusiaan untuk Gaza "Lifeline 3" (Syaryan al-Hayat 3) dengan pemerintahan Mesir, Turki tampak memainkan peran sebagai ujung tombak diplomasi rombongan kemanusiaan itu.
Hasilnya, kini rombongan tersebut bisa masuk Gaza, setelah beberapa hari lamanya terkatung-katung tak bisa memasuki Gaza karena sikap keras pemerintahan Mesir. Sayangnya, rombongan kemanusiaan dari Indonesia yang sedianya akan bergabung dengan rombongan "Lifeline 3" tidak mendapat izin dari pemerintahan Mesir untuk ikut serta memasuki Gaza. (ags/db)
Lainnya (Arsip)
- Mengenang 15 Tahun Yahya Ayyash
Jumat, 08/01/2010 08:12 WIB - UEA: Penjara atau Denda 1 Juta Dirham Bagi yang Merokok Sembarangan
Jumat, 08/01/2010 08:12 WIB - Tumor Dan Kanker: Warisan Mematikan Dari Bom Amerika di Iraq
Kamis, 07/01/2010 16:52 WIB - Setiap Hari, Tiga Anak Tewas Akibat Perang di Afghanistan
Kamis, 07/01/2010 16:20 WIB - Grup Menentang Lembaga Fatwa Al-Azhar Hadir di Facebook
Kamis, 07/01/2010 14:55 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




