Erdogan Mengucapkan Selamat Kepada Rompuy
Perdana Menteri Turki Tecep Tayib Erdogan memberikan ucapan selamat kepada tokoh 'anti Turki', yang terpilih menjadi presiden Uni Eropa, yaitu Perdana Menteri Belgia, Herman van Rompuy. Rompuy menolak Turki masuk ke dalam Uni Eropa, hanya disebabkan Turki adalah 'negara Islam'.
Kantor berita Anadolu menyatakan, Erdogan menelpon dan menyampaikan ucapan selamat kepadanya untuk misi baru, dan Turki percaya Turki-Uni Eropa akan mencapai kemajuan dalam hubungan bilateral di masa depan. Sekarang perdangan luar negeri Turki dengan negara-negara Uni Eropa terus meningkat, dan Turki merupakan negara keempat yang terbesar volume perdagangan dengan Uni Eropa.
Perdana Menteri Belgia, yang kini terpilih menjadi Presiden Uni Eropa, menolak kehadiran Turki ke dalam gugusan negara Uni Eropa. Turki yang terus berkembang pesat, sejak negara itu dibawah pemerintah AKP yang dipimpin Perdana Menteri Erdogan, dan mencapai kemajuan yang luar biasa dalam perdagangan.
Negara-negara kunci di Uni Eropa, seperti Inggris, Perancis, Jerman dan Itali, investasinya di Turki terus meningkat dengan pesat. Turki yang berpenduduk 77 juta jiwa, yang mayoritas, 99 persen, muslim Sunni itu, membuat Herman tidak begitu suka, dan satu-satunya menjadi dasar penolakannya, hanyalah karena Turki 'negara Islam'. Lima tahun lalu, Van Rompuy berbicara dan dengan keras menentang masuknya Turki ke dalam Uni Eropa, dan mengatakan Uni Eropa adalah negara 'Kristen', ujarnya.
"Turki bukan bagian Eropa, dan tidak akan pernah menjadi bagian Eropa", ucapanya di tahun 2004. "Nilai-nilai universal yang menjadi dasar kekuatan Eropa, dan nilai-nilai fundamental itu adalah Kristen, dan akan kehilangan pengaruhnya, bila negara yang besar masuk menjadi anggota, seperti Turki", tambah Herman.
Kini, Erdogan sedang bertemu dengan pemimpin Libya, Kolonel Muamar Gadafi, yang ingin meningkatkan hubungan Uni Afrika dengan Turki. Gadafi sendiri sekarang lebih rajin untuk menda'wahkan Islam ke seluruh dunia, dan lebih khusus lagi di wilayah-wilayah Afrika. (m/wb)
Lainnya (Arsip)
- Akhirnya Nenek Obama Jadi Naik Haji
Kamis, 26/11/2009 09:02 WIB - Banjir di Arab Saudi, Ada Apakah?
Kamis, 26/11/2009 08:03 WIB - Bahkan Bangsa Maya Pun Muak Dengan Kiamat 2012
Kamis, 26/11/2009 07:12 WIB - Peran Israel Dalam Menghancurkan Iraq dan Pakistan
Kamis, 26/11/2009 06:21 WIB - Di Balik Makan Malam di Gedung Putih: Siapa Yahudi Paling Terkemuka Saat Ini?
Rabu, 25/11/2009 17:40 WIB
Dunia
Terkait
- Turki Bantah Hamas Akan Pindahkan Kantornya ke Turki
- PM Turki Bertemu Bemimpin Hamas Haniyah di Istanbul
- Ketegangan Turki Suriah Warga Turki Diserang di Suriah
- Pesawat Tak Berawak AS Memicu Kontroversi di Turki
- Turki Tingkatkan Anggaran untuk Lembaga Intelijen Pasca Serangan PKK
- Turki Ancam Akan Stop Pasokan Listrik ke Suriah
- Takut Ditangkap Shaul Mofaz Anggota Knesset Israel Batalkan Perjalanan ke Turki
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
5 Langkah Pengadaan Sarana Air Bersih di Gunung Kidul, Yogyakarta
Kalau kita mengenal sawah tadah hujan, yakni sawah yang sumber air utamanya dari air hujan, ternyata ada juga beberapa desa di Indonesia yang “hidup” hanya saat musim hujan. Mengapa demikian ? k…
Aksi Cepat Tanggap
ACT Bantu Korban Banjir Tangerang
Setelah menyalurkan bantuan di Perumahan Taman Cikande, Tangerang, tim Aksi Cepat Tanggap (ACT), Senin sore (16/1/2012) kembali bergerak menuju lokasi banjir lainnya. Lokasi itu adalah Desa Patrasan…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




