Erdogan: Pemimpin Negara-Negara Arab Menyedihkan
.jpg)
Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan tak bisa menyembunyikan kekesalannya terhadap negara-negara Arab yang tidak mempedulikan nasib rakyat Palestina dibawah blokade rejim Zionis Israel.
Ia mengecam sikap para pemimpin negara Arab yang menurutnya "menyedihkan" karena tidak memberikan respon yang maksimal atas penderitaan rakyat Palestina yang disebabkan oleh Israel.
"Negara-negara Arab gagal menunjukkan reaksi yang diharapkan oleh dunia Islam dalam masalah Palestina dan ini sangat menyedihkan," kata Erdogan sesaat sebelum terbang menuju Uni Emirat Arab, Minggu (17/1).
Perdana menteri Turki itu tetap berangkat melakukan kunjungan ke negara lain meski pada hari yang sama, Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak sedang melakukan kunjungan satu hari ke Ankara, ibukota Turki. Barak merupakan pejabat tinggi pemerintahan Israel yang pertama berkunjung ke Turki menyusul ketegangan hubungan kedua negara sejak Ankara melontarkan kecaman keras atas agresi Israel ke Jalur Gaza tahun 2008.
Media massa Turki hari Sabtu kemarin ramai memberitakan bahwa Presiden Turki Abdullah Gul dan Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan menolak untuk bertemu dengan Ehud Barak meski Barak sudah mengajukan permintaan agar bisa melakukan pembicaraan dengan dua pemimpin Turki itu.
Presiden Gul beralasan sedang sibuk mempersiapkan berbagai acara terkait dengan kegiatan pencanangan kota Istanbul sebagai ibukota budaya Eropa. Tapi sumber-sumber di Turki mengatakan bahwa Gul tidak mau bertemu Barak terkait sikap Israel yang dianggap telah melecehkan Turki.
.jpg)
Ketegangan hubungan Turki-Israel mencapai puncaknya ketika terjadi perdebatan antara PM Turki Recep Tayyib Erdogan dan Presiden Israel Shimon Peres dalam pertemuan World Economic Forum tahun 2009. Pada kesempatan itu, Erdogan menyebut Israel sebagai negara barbar karena telah membantai warga Gaza yang tak berdosa. Erdogan juga mengatakan "Anda tahu betul bagaimana membunuh orang" pada Peres yang duduk disebelahnya.
Hubungan bilateral Turki dan Israel makin tak harmonis ketika Tel Aviv memanggil Dubes Turki Ahmet Oguz Celikkol terkait sebuah acara televisi Turki yang menceritakan tentang agen-agen Israel yang menculik anak-anak dan membunuh orang-orang jompo. Saat pemanggilan itu, Deputi Menlu Israel Danny Ayalon menurut sejumlah laporan telah mempermalukan Celikkol dan membuat Turki berang sehingga meminta Israel menyatakan permohonan maaf secara resmi pada Turki.
Dalam kunjungannya ke Ankara, Barak bertemu dengan Menlu Turki Ahmet Davutoglu dan melakukan pembicaraan tertutup. Seorang sumber diplomat Turki mengatakan, dalam pertemuan itu Turki tetap menekan Tel Aviv agar segera mencabut blokadenya terhadap warga Gaza dan mendesak agar Israel melanjutkan pembicaraan damai dengan Palestina.
Lebih lanjut diplomat itu mengungkapkan bahwa hubungan Israel-Turki akan terus mengalami ketegangan sepanjang Israel masih melanjutkan "tragedi kemanusiaannya" di Gaza. (ln/aljz/prtv)
Lainnya (Arsip)
- Profil Dr. Muhammad Badi, Mursyid 'Aam ke VIII Ikhwanul Muslimin
Senin, 18/01/2010 10:01 WIB - Deklarasi Muhammad Badi Sebagai Mursyid 'Am Ikhwan ke VIII
Senin, 18/01/2010 09:16 WIB - Pertandingan Atletik di Batalkan Gara-Gara Iran Gunakan istilah "Teluk Persia"
Senin, 18/01/2010 08:13 WIB - FBI Kurang Kerjaan, Foto Politisi Spanyol Dijadikan Foto Usamah bin Laden
Minggu, 17/01/2010 10:01 WIB - Ulama Ikhwan Yordan: Haram Impor Produk Israel
Minggu, 17/01/2010 09:36 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




