Erdogan: PKK Juga Mengancam Eropa

Kamis, 24/06/2010 08:58 WIB | Arsip | Cetak

Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan beberapa negara Eropa tidak melakukan cukup usaha untuk mendukung kampanye Turki melawan kelompok separatis Kurdistan PKK.

"Beberapa negara Eropa tidak memberikan dukungan yang diperlukan untuk Turki dalam perjuangan melawan terorisme untuk waktu yang lama," kata Erdogan pada pertemuan Proses Kerjasama Eropa Tenggara (SEECP) di Istanbul pada hari Rabu kemarin (24/6).

"Meskipun semua kesusahan yang telah kami lalui dan adanya serangan berdarah terhadap warga sipil dan pasukan keamanan, hari ini, ada negara yang tidak memotong dukungan keuangan mereka kepada organisasi teroris, mereka telah menutup mata untuk aktivitas dan propaganda PKK, dan tidak mengekstradisi ke Turki setiap penjahat itu, " DPA mengutip pernyataan Erdogan.

"Kebanyakan teman-teman Eropa kami menyatakan PKK sebagai organisasi teroris. Itu bagus, tetapi menyatakan PKK sebagai organisasi teroris tidak mengakhiri masalah ini. Berapa banyak teroris yang anda ekstradisi kepada kami, dan berapa banyak yang telah anda tahan?" ia menambahkan.

"Organisasi teroris PKK merupakan ancaman berbahaya bagi Turki dan warga sipil tak berdosa dan pasukan keamanan, begitu juga untuk negara-negara Balkan dan negara-negara Eropa," kutip kantor berita Anatolia dari pernyataan Erdogan.

"Ini bukan hanya organisasi teroris tapi juga sebuah organisasi kejahatan terorganisir, dan menargetkan pemuda di Eropa dan negara-negara Balkan melalui perdagangan narkoba," katanya.

PKK, yang terdaftar sebagai kelompok teroris oleh Turki dan banyak masyarakat internasional, mengangkat senjata pada tahun 1984, memicu konflik yang telah merenggut sekitar 45.000 nyawa.

Lebih dari 40 tentara Turki tewas dalam serangan PKK selama beberapa bulan terakhir. (fq/prtv)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang