Erdogan : Menyerukan Swiss Meninjau Keputusannya Larang Menara Masjid

Perdana Menteri Turki Recep Tayep Erdogan menyerukan pemerintahan Swiss untuk meninjau ulang hasil referendum yang memutuskan untuk melarang pembangunan menara masjid di negeri coklat putih itu.
"Telah menjadi kewajiban kita untuk mengajak Swiss dengan cara yang elegan untuk meninjau ulang keputusan pelarangan membangun menara masjid tersebut," kata Erdogan di hadapan sidang parlemen Turki, kemarin (1/12).
Erdogan juga menyatakan, pihak Swiss butuh untuk diyakinkan jika keputusan pelarangan tersebut merupakan keputusan yang kurang bijak dan bisa menjerembabkan pada kubangan diskriminasi dan rasisme--dua hal yang sangat dikutuk oleh prinsip hidup masyarakat Eropa.
Kebencian terhadap Islam, lanjut Erdogan, atau Islamofobia merupakan kejahatan kemanusiaan, sama halnya dengan kejahatan anti-semit yang sangat ditabukan di Eropa.
Ditambahkan PM Turki yang populer itu, masalah ini harus segera dituntaskan. Dan menjadi kewajiban umat Muslim di seluruh dunia juga untu membantu Swiss menuntaskannya.
Di sisi yang lain, Presiden Turki Abdullah Gul menyatakan, keputusan pelarangan dibangunnya menara masjid di Swiss merupakan "aib" bagi masyarakat Swiss sendiri. Hal tersebut justru yang menelanjangi Swiss, yang dikenal dengan prinsip menghormati perbedaan dan tradisi damainya, di hadapan publik internasional. (AGS/db)
Lainnya (Arsip)
- Menteri Turki Serukan Kaum Muslimin Boikot Bank-Bank Swiss
Rabu, 02/12/2009 12:54 WIB - Di Paris, Al-Zaidi Dilempar Sepatu
Rabu, 02/12/2009 12:14 WIB - Selamat Datang di Gaza Zinedine Zidan
Rabu, 02/12/2009 10:42 WIB - Nasib Muslim Swiss, Setelah Larangan Menara Masjid Lantas Apa Lagi?
Rabu, 02/12/2009 09:30 WIB - Foreign Policy : 100 Pemikir Dunia, 10 Diantaranya Muslim
Rabu, 02/12/2009 09:10 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




