Erdogan Tak Mempan Disetir Obama

Kamis, 10/12/2009 05:06 WIB | Arsip | Cetak

Presiden Amerika Barack Obama rupanya gagal untuk menyetir dan membujuk Perdana Menteri Turki Recep Tayyep Erdogan untuk mendukung beberapa langkah politik Amerika terkait permasalahan Iran dan Afganistan.

Meski demikian, kedua pimpinan negara itu menyepakati beberapa kerjasama terkait berbagai masalah, baik dalam skala regional atau pun internasional.

Dalam jumpa pers bersama selepas pertemuan keduanya di Gedung Putih, Obama menyatakan jika Turki memiliki peran yang sangat penting dan besar dalam menyelesaikan krisis antara Barat dengan Iran terkait program nuklir Negara Mullah itu. Obama juga memuji langkah-langkah dan manuver Turki dalam kancah internasional yang melejit cepat.

Obama juga menambahkan, Turki, dengan letak strategis geografinya, juga dengan kapasitasnya sebagai negara besar, dinilai mampu untuk mendorong Iran agar dapat memberikan ketenangan kepada masyarakat internasional atas kejujuran program nuklirnya, serta tetap patuh pada ketentuan dan traktat internasional (IAEA).

Di sisi yang lain, PM Erdogan secara jelas dan tegas menyatakan sikapnya yang menolak segala bentuk opsi konservatif apapun dari Amerika atas Iran. Terkait masalah nuklir Iran, Erdogan menegaskan jika tak ada jalan lain untuk menyelesaikannya kecuali dengan langkah-langkah diplomatik, selainnya tidak.

Erdogan juga mengkritik dan menentang berbagai macam sanksi yang telah diberikan oleh Dewan Keamanan (DK) PBB terhadap Iran. Erdogan justru menilai sanksi tersebut tidak efektif untuk menyelesaikan permasalahan.

Ditambahkan Erdogan, Turki sangat siap untuk melakukan berbagai macam upaya demi kemaslahatan di kawasan Timur Tengah.

Terkait permasalahan Afganistan, Erdogan secara tegas menolak permintaan Amerika agar militer Turki ikut serta menambah jumlah pasukannya di Afganistan bersama pasukan Amerika. Pernyataan ini sangat mengejutkan, pasalnya Turki adalah salah satu anggota pakta NATO.

Erdogan juga menegaskan jika militer Turki menolak untuk ikut serta dalam aksi-aksi perang bersama NATO di Afganistan. Dikatakannya, Turki justru lebih memilih untuk membantu memulihkan keadaan di Afganistan dengan memberikan bantuan berupa latihan militer kepada militer Afganistan, serta berinfestasi dalam berbagai bidang yang nilainya mencapai puluhan juta Dollar, serta membangun berbagai sarana kehidupan seperti unit kesehatan, sekolah, dan lain-lain.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Turki Wecdi Gunul juga menegaskan jika Turki tidak akan mengirimkan pasukan ke Afganistan, meskipun Washington telah menyerukan negara-negara anggota NATO untuk melakukannya. (ags/jzr)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang