Erdogan : Turki Adalah Poros Baru Stabilitas Timur Tengah
.jpg)
Perdana Menteri Turki Recep Tayep Erdogan mengakhiri rangkaian kunjungannya ke ibu kota Iran, Tehran, pada Rabu (28/10) kemarin. Erdogan menghabiskan masa kunjungan diplomatik ke Iran selama tiga hari, tercatat semenjak Senin (26/10) sebelumnya.
Dalam kunjungan tersebut, Erdogan bertemu dengan para pucuk tertinggi pimpinan Iran, semisal Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad, Pemimpin Tertinggi Spiritual sekaligus Pemimpin Tinggi Revolusi Iran Ayatullah Ali Khemenei, Menteri Luar Negeri Iran Manucher Mottaki, dan juga Ketua Parlemen Iran Ali Larijani.
Beberapa permasalahan sensitif, baik di kawasan Timur Tengah atau pun internasional, menjadi agenda perbincangan antara Erdogan dan para pucuk pimpinan negeri Mullah itu, semisal signifikansi peran kedua negara di kawasan, hubungan antara Iran-Arab-Barat, kasus pemilu Iran, hingga kasus nuklir Iran.
Kunjungan Erdogan ke Iran menjadi tema liputan penting media-media dunia, khususnya Timur Tengah. Pasalnya, baik Turki mau pun Iran adalah dua negara besar yang memiliki pengaruh yang juga besar di kawasan. Kedua negara tersebut dipandang oleh banyak pengamat sebagai 'pemain baru' dan penentu arah sejarah dan kebijakan baru di Timur Tengah, yang muncul sebagai penyeimbang Israel, sang penentu dan pemain yang sebelumnya bermain tunggal akibat dari kelemahan suara negara-negara Arab.
Surat kabar berbahasa Arab yang terbit di London, al-Hayat (29/10), melansir pernyataan Erdogan yang menegaskan, bahwa Turki dan Iran adalah poros stabilitas (mihwar al-istiqrar) di kawasan Timur Tengah. Dua negara besar itu dalam lima tahun terakhir ini muncul sebagai kekuatan, pengaruh, dan penentu baru di Timur Tengah ketika negara-negara Arab tak mampu lagi memainkan peran tersebut.
Pada gilirannya, bisa diprediksi Turki akan kembali mementaskan peran diplomatiknya untuk menjadi penengah kasus nuklir Iran ini dengan dunia internasional, khususnya dengan negara-negara anggota DK (Dewan Keamanan) PBB yang dihului Amerika.
Jika diamati, dalam bulan-bulan terakhir ini, Turki, lewat para petinggi negaranya, tampak serius melalukan manuver-manuver diplomatik di kawasan di sekitarnya, yaitu Balkan, Kaukasia, dan Timur Tengah. Otomatis, peran dan pengaruh Turki pun secara drastis menaik di kancah internasional, utamanya di kawasan sekitarnya, yaitu Eropa, Kaukasia, dan (utamanya) Timur Tengah.
Beberapa pekan sebelumnya, Menlu Turki Ahmet Davutoglu baru saja mengunjungi Suriah, negara Arab yang paling berpengaruh. Dalam kunjungan tersebut, beberapa pakta dan nota kerjasama antara Turki dan Suriah disepakati, mulai dari investasi ekonomi, industri, dan lain sebagainya. Yang paling mengejutkan adalah dibukanya perbatasan kedua negara dan dihilangkannya visa bagi kedua warga negara Turki dan Suriah.
Turki memilih Suriah untuk melancarkan aksi manuver diplomatik ini tentu bukan tanpa alasan. Turki memandang, Suriah adalah negara Arab yang, setidaknya, saat ini paling memiliki wibawa dan pengaruh karena ketegasan sikapnya di hadapan beberapa kasus di kawasan. Selain itu, Suriah juga dipandang sebagai gerbang paling strategis untuk memasuki kawasan Timur Tengah yang eksotik sekaligus penuh konflik itu. (L2-Cairo/berbagaisumber)
Lainnya (Arsip)
- Mursyid Ikhwan : Organisasi Arab Halangi Umat Islam ke Palestina
Kamis, 29/10/2009 16:15 WIB - Pimpinan "Kelompok Islam Radikal" Tewas dalam Operasi Penyerbuan FBI
Kamis, 29/10/2009 16:07 WIB - CIA dan Gembong Narkoba Afghanistan
Kamis, 29/10/2009 15:03 WIB - Uskup Gereja Ortodoks Yunani di Yerusalem Serukan Bela Al-Aqsha
Kamis, 29/10/2009 13:03 WIB - 680 Milyar Dolar Anggaran Pertahanan AS
Kamis, 29/10/2009 10:46 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




