Facebook Berulah Lagi, Jutaan Muslim Ancam Tutup Akunnya Secara Permanen

Komunitas Muslim di Facebook melayangkan surat protes pada pengelola situs jejaring sosial itu yang dianggap telah dengan sengaja menghapus halaman-halaman grup Islam yang cukup populer di kalangan muslim pengguna Facebook. Atas tindakan itu, komunitas Muslim di Facebook yang jumlahnya diperkirakan mencapai 2,5 juta orang mengancam akan secara bersama-sama angkat kaki dari Facebook pada Rabu (21/7) lusa.
Dalam pesan yang diunggah di blog Facebook, yang ditujukan pada pengelola Facebook: Mark Zuckerberg, Dustin Moskovitz, Sheryl Sandberg, dan Matt Cohler, komunitas Muslim Facebook menyatakan bahwa Facebook telah memicu rasa kebencian dan ketidaknyamanan terhadap kaum Muslimin di seluruh dunia. Setelah tindakan tak bertanggung jawab Facebook memuat halaman tentang "Hari Menggambar Nabi Muhammad", kini Facebook dengan agresif menghapus empat halaman grup Islami terbesar di Facebook yang sudah memiliki sekitar 2,5 juta penggemar di kalangan muslim pengguna Facebook.
Menurut pesan yang ditulis komunitas muslim itu, pihak Facebook melakukan penghapusan empat akun grup Islam pada Kamis (8/7) kemarin. Empat akun grup Islam yang dihapus itu adalah:
1. Facebook.com/Rassoul.Allaa h – jumlah fan di Facebook sekitar 1.600.000 orang
2. Facebook.com/Logo.Ramadan – jumlah fan di Facebook sekitar 600.000 orang
3. Facebook.com/Love.Mohammed -jumlah fan di Facebook sekitar 200.000 orang
4. Facebook.com/Quran.Lovers – jumlah fan di Facebook sekitar 70.000 orang
Komunitas Muslim Facebook mempertanyakan kebijakan Facebook menghapus keempat akun grup Islam itu, apalagi grup tersebut merupakan grup Islam yang menyebarkan perdamaian dan tidak memuat pernyataan-pernyataan yang memicu kebencian terhadap pihak lain.
"Penghapusan akun-akun Islami oleh Facebook bukan hanya meremehkan perasaan lebih dari 2,5 juta muslim pengguna Facebook tapi juga sikap yang tidak menghormati lebih dari 1,5 miliar muslim di dunia," demikian pesan yang ditulis komunitas muslim pada pihak pengelola Facebook.
Mereka menuntut agar Facebook kembali mengaktifkan keempat akun grup Islam itu dan meminta agar Facebook mencantumkan larangan segala bentuk penghinaan terhadap simbol-simbol Islam dalam persyaratan pengguna Facebook dan menutup halaman, akun, grup maupun pengumuman kegiatan yang secara langsung atau tidak langsung melecehkan Islam dan simbol-simbol Islam.
Jika tuntutan itu tidak dipenuhi, komunitas itu mengancam bahwa 2,5 juta muslim pengguna Facebook akan menutup akun Facebooknya secara permanen pada tanggal Rabu (21/7) dan akan beralih ke situs jejaring sosial lainnya, seperti situs madina.com. (ln/voi)
Lainnya (Arsip)
- Syaikh Sudais: Muslim yang Tinggal di Barat Harus Patuhi Hukum Di sana
Senin, 19/07/2010 08:42 WIB - Hati-Hati Mengenakan Kaus Sepakbola
Senin, 19/07/2010 08:22 WIB - Wapres AS 'Ngeles': Terlalu Dini Menilai Perang Afghanistan
Senin, 19/07/2010 08:20 WIB - Perang Afghanistan Mencekik Rakyat Amerika
Senin, 19/07/2010 08:06 WIB - Anggota Parlemen Inggris Tolak Bertemu dengan Wanita Bercadar
Senin, 19/07/2010 07:52 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




