Fatwa Halal Dibunuh yang Mengizinkan Ikhtilat, Tuai Kontroversi di Saudi
Fatwa seorang ulama resmi senior Saudi Syaikh Abdul Rahman Al-Barrak yang menyatakan orang yang mengizinkan adanya Ikhtilat di lapangan pendidikan maupun pekerjaan boleh di bunuh, akhirnya menuai kontroversi di Saudi sendiri.
Pendapat dari Syaikh Al-Barrak telah meluncurkan reaksi keras di sebagian kalangan ulama konservatif Saudi, termasuk seorang profesor pada lembaga pengadilan tinggi di ibukota Saudi Riyadh, Syaikh Dr. Abdullah Al-Tariki.
Dalam pernyataannya Syaikh Al-Tariki menggambarkan apa yang dikatakan oleh Syaikh Al-Barrak merupakan pendapat dari seorang ulama "berpandangan garis keras", ia menambahkan bahwa meskipun pendapat dalam masalah ini adalah sebuah "kesalahan", namun pandangan tersebut tetap memiliki ruang di dunia ini."
Dia menekankan bahwa "kita harus membaca fatwa Syaikh Al-Barrak dalam konteks Ikhtilaful Ulama perbedaan di antara para ulama, Syaikh Al-Barrak mewakili pandangan yang radikal, namun tetap saja pendapat dia tersebut memiliki tempat di dunia ini dan bisa saja pendapatnya tersebut disimpulkan secara kontroversial dan berbeda."
Menurut Syaikh Al-Tariki kontroversi terkait Ikhtilat (bercampur baur laki dan perempuan), ia mengatakan: "Ada seruan ikhtilat yang tidak senonoh, dan ada seruan ikhtilat yang bersyarat, dan fatwa dari Syaikh Al-Barrak itu adalah terhadap pandangan yang ekstrim ini, yang membolehkan ikhtilat yang tidak terkontrol."
Sedangkan Dr Muhammad Annajimi seorang anggota dari lembaga Fiqh Islam mengkritik fatwa Syaikh Al-Barrak tersebut yang ia katakan sebagai "pendapat kontroversial" yang terlepas dari lembaga keagamaan.
Dia menambahkan dalam pernyataannya yang dipublikasikan di salah satu situs, ia menegaskan bahwa mayoritas orang yang berpendapat seperti ini adalah pendapat pribadi. Seseorang harus mengeluaran fatwa atau pendapat harus dari ulama senior yang diakui.
Dia percaya bahwa fenomena fatwa "kontroversial" saat ini mengacu pada ketidakseimbangan strategis yang harus dikoreksi, yang banyak menyimpang dari konsensus - yang berorientasi tidak positif dan ia juga menekankan bahwa masyarakat di dunia Islam mulai mengeluh dengan sekian banyaknya pendapat agama, karena telah menimbulkan kebingungan di antara mereka. (fq/iol)
Lainnya (Arsip)
- Taliban Bantah Orang Dekat Mullah Umar Telah Tertangkap
Kamis, 25/02/2010 09:34 WIB - Aleg Israel: Haniyah Harus Dibunuh Seperti Mabhuh
Kamis, 25/02/2010 09:08 WIB - 15 Nama Tersangka Baru Pembunuh Mabhuh Dirilis oleh Polisi Dubai
Kamis, 25/02/2010 08:35 WIB - Jangankan di Dunia Nyata, Perang di Dunia Maya pun AS akan Kalah
Rabu, 24/02/2010 17:12 WIB - Dalam Perang, Obama Lebih Hebat Daripada Bush?
Rabu, 24/02/2010 15:47 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




