• Kamis, 22 Ramadhaan 1431/ 2 September 2010
 
 

FBI dan CIA Interogasi Ayah Umar Farouk

Badan intelejen AS, FBI dan CIA menginterogasi Umar Mutallab, ayah dari Umar Farouk Abdulmutallab yang kini berada dalam tahanan AS dan dituding mencoba meledakkan pesawat komersil Northwest Airlines hari Natal yang lalu.

Seorang sumber intelejen Nigeria seperti dikutip kantor berita AFP menyatakan bahwa ayah Umar Farouk memang dipanggil ke kedutaan besar AS di Abuja pada hari Senin kemarin. "Ia diinterogasi disana oleh beberapa agen intelejen dari CIA dan FBI, yang ingin tahu lebih jauh tentang latar belakang Umar dan puteranya," kata sumber tadi.

Beberapa laporan media menyebutkan bahwa sejak awal tahun lalu Umar Mutallab sudah menginformasikan intelejen AS tentang kecenderungan radikal anak lelakinya yang sempat kuliah di sebuah universitas di Dubai selama tujuh bulan. Pihak universitas mengatakan bahwa Umar Farouk adalah mahasiswa yang cerdas dan taat menjalankan ibadah agamanya.

Tapi Umar Farouk meninggalkan kampusnya dan diduga ikut dalam kelompok Al-Qaida yang beroperasi di kawasan Semenanjung Arab. Kelompok itu mengklaim telah melatih dan membekali Umar Farouk dengan bahan peledak serta mengaku bertanggung jawab atas upaya serangan yang dilakukan Umar Farouk di atas pesawat Northwest Airlines.

Pengetatan Keamanan di Bandara Nigeria

Sementara itu otoritas bandara Nigeria hari Rabu kemarin mulai melakukan pengetatan keamanan di semua bandara internasionalnya dengan memasang alat pemeriksa tiga dimensi.

"Nigeria akan meningkatkan keamanannya dengan menggunakan alat penyaring gambar tiga dimensi yang akan digunakan untuk memeriksa semua calon penumpang," kata Direktur Jenderal Otoritas Penerbangan Sipil Nigeria, Harold Demuren.

Menurutnya, alat tersebut akan diinstal di empat bandara utama di Nigeria antara lain, Lagos, Abuja, Kano dan Port Harcourt. Alat-alat tersebut diimpor dari Eropa dan AS dan akan mulai dioperasikan akhir bulan Januari mendatang. Setelah bandara-bandara internasional, kata Demuren, alat serupa juga akan dipasang di bandara-bandara lokal.

"Tak seorang pun yang bisa memanfaatkan Nigeria sebagai tempat transit bagi para teroris atau pengedar narkoba. Kami akan menghentikannya dan kami sangat serius dengan persoalan ini," tukas Demuren. (ln/prtv/iol/afp)

Kamis, 31/12/2009 11:22 WIB | email | print | share
 
 
 
 

Dunia Lainnya

Dunia
membuka hati dan pikiran kita
 
   
 
 

PELUANG

 
 
 

Realistiskah Target Konversi Bank BUMN Menjadi Syariah?
Realistiskah target untuk mengkonversi salah satu bank BUMN menjadi bank syariah? Menjaab pertanyaan tersebut A. Riawan Amin selaku Ketua Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbi...

BI Dorong UUS Percepat Spin Off
Upaya Bank Indonesia (BI) unttuk mendorong penetrasi pasar perbankan syariah Indonesia  dengan menganjurkan kepada Unit Usaha Syariah (UUS) untuk mempercepat spin off menjadi...

3 BPD Syariah Terbaik 2010 Versi Majalah Investor
Unit Usaha Syariah (UUS) Bank Pembangunan Daerah (BPD) memperoleh penghargaan sebagai UUS Terbaik 2010 dari Majalah Investor. Ketiga BPD Syariah tersebut adalah UUS BPD Aceh d...

Prof Thoby Mutis : Bank Syariah Lebih Banyak Kembangkan Musyarakah Fund!
Prof Thoby Mutis merupakan sosok yang tak bisa dilepaskan dari Universitas Trisakti. Saat ini Prof Thoby Mutis merupakan Rektor Universitas Swasta Ternama di Indonesia. Dibawa...

 
 
 
 
 
 
 
 
 
Education Corner

Anak Pemarah

Saya wanita bekerja dengan 4 anak yg masih kecil-kecil paling besar kelas lima SD, saya membesarkan anak-anak sendiri tanpa didampingi suami karena suami jauh. Karena saya sendiri kadang-kadang dalam mendidik anak saya terlau emosional.

 
Dompet Peduli Kemanusiaan

Dr. Indah SPKK, Rawat Pasien dengan Senyum Indah

Ketika ditanya apa alasannya mau menjadi relawan di LKC, Dokter Indah menjawabnya dengan senyuman. "Motivasinya hanya untuk berbagi dengan sesama."

 
Dompet Peduli Kemanusiaan

Pengungsi Sinabung, Logistik Masih Minim

Aktivitas vulkanik Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumut beberapa hari ini cenderung menurun. Namun, segala kemungkinan bisa saja terjadi, seperti meletusnya gunung ini Minggu (29/8) dini hari yang di luar prediksi para ahli.