FBI Tolak Tuduhan Mematai-matai Masjid dan Umat Islam AS

Sabtu, 18/04/2009 10:08 WIB | Arsip | Cetak

Organisasi Islam kota Michigan AS pada hari Kamis lalu mengatakan bahwa mereka telah meminta Jaksa agung AS Eric Holder untuk menyelidiki keluhan mereka atas tindakan FBI yang meminta jamaah mereka untuk mematai-matai pemimpin-pemimpin Islam serta tempat-tempat Ibadah umat Islam di AS.

Dewan organisasi Islam Michigan telah mengirimkan surat pada pekan lalu ke jaksa agung AS Eric Holder setelah adanya laporan dari jamaah masjid bahwa FBI melakukan pendekatan untuk mengawasi orang-orang yang datang ke masjid dan orang yang menyumbang terhadap masjid.

Kepala kantor FBI Detroit pada kamis lalu menyangkal semua tuduhan tersebut, Andrew Arena yang  merupakan agen khusus FBI dari kantor setempat mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka telah bekerja keras menjalin hubungan yang baik dengan masyarakat Arab-Amerika di wilayah itu.

Berdasarkan keluhan yang ada, sepertinya pihak FBI sedang melakukan "ekspedisi pancingan",kata Dawud Walid - direktur eksekutif dari dewan Muslim Michigan yang mengurus hubungan masyarakat Islam di Amerika.

Walid mengatakan bahwa keluhan yang paling umum yang sering dia terima dari orang-orang Islam AS adalah dipersulitnya pengurusan surat ke imigrasian oleh pihak pemerintah dan oleh FBI hal tersebut dijadikan 'senjata' untuk memaksa jamaah masjid menjadi mata-mata mereka dan sebagai imbalannya FBI akan membantu penyelesaian persoalaan ke imigrasian mereka.

"FBI tidak menjadikan target orang-orang yang tidak bersalah atau lembaga-lembaga," kata Andrew Arena dalam salah satu pernyataannya. Andrew menambahkan bahwa FBI dalam melakukan tugasnya menggunakan sumber-sumber yang legal dan investigasi yang di ketahui oleh pihak kepolisian.

Dawud Walid mengatakan bahwa keluhan yang terjadi selama ini tidaklah baru, tapi telah berkembang setelah beberapa waktu lalu FBI menyusupkan mata-mata mereka di salah satu masjid di sebelah selatan California.

Mantan agen FBI dan jaksa federal mengatakan bahwa melakukan tindakan spionase di masjid-masjid AS salah satu senjata terbaik yang bisa dilakukan pihak pemerintah untuk mencegah terjadinya tindakan teroris.(fq/AP)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang