FBI Tolak Tuduhan Mematai-matai Masjid dan Umat Islam AS

Organisasi Islam kota Michigan AS pada hari Kamis lalu mengatakan bahwa mereka telah meminta Jaksa agung AS Eric Holder untuk menyelidiki keluhan mereka atas tindakan FBI yang meminta jamaah mereka untuk mematai-matai pemimpin-pemimpin Islam serta tempat-tempat Ibadah umat Islam di AS.
Dewan organisasi Islam Michigan telah mengirimkan surat pada pekan lalu ke jaksa agung AS Eric Holder setelah adanya laporan dari jamaah masjid bahwa FBI melakukan pendekatan untuk mengawasi orang-orang yang datang ke masjid dan orang yang menyumbang terhadap masjid.
Kepala kantor FBI Detroit pada kamis lalu menyangkal semua tuduhan tersebut, Andrew Arena yang merupakan agen khusus FBI dari kantor setempat mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka telah bekerja keras menjalin hubungan yang baik dengan masyarakat Arab-Amerika di wilayah itu.
Berdasarkan keluhan yang ada, sepertinya pihak FBI sedang melakukan "ekspedisi pancingan",kata Dawud Walid - direktur eksekutif dari dewan Muslim Michigan yang mengurus hubungan masyarakat Islam di Amerika.
Walid mengatakan bahwa keluhan yang paling umum yang sering dia terima dari orang-orang Islam AS adalah dipersulitnya pengurusan surat ke imigrasian oleh pihak pemerintah dan oleh FBI hal tersebut dijadikan 'senjata' untuk memaksa jamaah masjid menjadi mata-mata mereka dan sebagai imbalannya FBI akan membantu penyelesaian persoalaan ke imigrasian mereka.
"FBI tidak menjadikan target orang-orang yang tidak bersalah atau lembaga-lembaga," kata Andrew Arena dalam salah satu pernyataannya. Andrew menambahkan bahwa FBI dalam melakukan tugasnya menggunakan sumber-sumber yang legal dan investigasi yang di ketahui oleh pihak kepolisian.
Dawud Walid mengatakan bahwa keluhan yang terjadi selama ini tidaklah baru, tapi telah berkembang setelah beberapa waktu lalu FBI menyusupkan mata-mata mereka di salah satu masjid di sebelah selatan California.
Mantan agen FBI dan jaksa federal mengatakan bahwa melakukan tindakan spionase di masjid-masjid AS salah satu senjata terbaik yang bisa dilakukan pihak pemerintah untuk mencegah terjadinya tindakan teroris.(fq/AP)
Lainnya (Arsip)
- Hizbut Tahrir Inggris : Tidak Ada Damai Dengan Israel !
Sabtu, 18/04/2009 08:32 WIB - Rumah Syaikh Yusuf al-Qardhawi Akan Dihancurkan
Sabtu, 18/04/2009 07:21 WIB - Islamic Center Turki Selenggarakan Kompetisi Kaligrafi Internasional
Sabtu, 18/04/2009 06:23 WIB - Taliban Di Tengah-Tengah Rakyat
Jumat, 17/04/2009 16:54 WIB - Pakistan Bebaskan Imam Masjid Merah Pro-Taliban
Jumat, 17/04/2009 16:29 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




