Flu Babi Membuat Krisis AS Makin Parah

Kamis, 30/04/2009 13:42 WIB | Arsip | Cetak

Krisis ekonomi belum berakhir, bahkan bisa dibilang baru saja mulai, AS sudah harus menghadapi krisis yang lainnya: flu babi. Ketakutan bermunculan di sana-sini di seantero negeri. Sementara travel warning untuk berpergian ke AS pun dikeluarkan berbagai negara-negara, suatu kondisi yang tentu saja dalam sekejap melemahkan pendapatan AS dalam sektor devisa dan turisme.

The Wall Street Journal melaporkan bahwa dalam beberapa pekan terakhir ini wajah ekonomi AS mulai sedikit membaik, namun pandemik flu global kembali meredupkannya, terutama dalam bidang ekonomi mandiri dalam perdagangan dan turisme.

Yang paling terasa adalah New York. New York Times merilis berita bahwa bisnis di kota ini mengalami penurunan. Italia, polandia, Venzuela, dan Hong Kong telah resmi mengeluarkan larangan berpergian ke AS. Diperkirakan AS akan kehilangan sekitar 30% pemasukannya karena hal ini.

WHO, dalam hal ini telah pula mengeluarkan peringatan, bahwa semua hal berhubungan dengan penerbangan berpotensi besar menyebarkan flu dan virus babi. Dalam sektor penerbangan pun, Kemarin saja, mengalami penurunan sebesar 4%. "penerbangan mempunyai risiko penyebaran virus paling tinggi." demikian WHO.

New York Times yakin bahwa epidemik flu babi ini akan semakin membuat AS buruk. Mereka menulis, "Krisis finansial telah bergema di seantero AS. Sekarang negara ini menghadapi krisis lain, terpuruk dalam krisis flu babi. Memang belum begitu jelas, tapi kedua hal ini sangat menakutkan. Situasi medis sekarang ini mirip dengan peristiwa SARS pada tahun 2003 lampau, di mana virus datang dari China. Korban SARS mencapai 900 orang di seluruh dunia, tapi efek dari wabah itu begitu mengerikan untuk setor ekonomi. WHO memperkirakan bahwa ketika itu ekonomi China drop sampai 60%."

Dan mungkin, itu pula lah yang sekarang terjadi pada AS dengan flu babinya ini. (sa/wsj/nyt)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang