Foto-Foto Penyiksaan Tahanan Pada Era Bush Akan Dipublikasikan

Jumat, 24/04/2009 18:11 WIB | Arsip | Cetak

Organisasi HAM di AS, American Civil Liberties Union (ACLU) berhasil memaksa departemen pertahanan AS untuk merilis foto-foto penyiksaan terhadap para tahanan di penjara Abu Ghraib Irak dan di penjara-penjara AS di Afghanistan.

Menurut ACLU, Presiden AS Barack Obama sudah menyetujui publikasi foto-foto tersebut berdasarkan undang-undang kebebasan informasi atau Freedom of Information Act tahun 2004. "Foto-foto tersebut akan menjadi bukti yang secara visual menunjukkan bahwa penyiksaan terhadap para tahanan yang dilakukan oleh personel militer AS terjadi di mana-mana, jauh di luar tembok penjara Abu Ghraib," kata staff jaksa ACLU, Amrit Singh.

Sedikitnya 44 foto yang diambil di fasilitas penjara Abu Ghraib di Irak akan dirilis pada tanggal 28 Mei mendatang. Sementara itu, Departemen Kehakiman AS dalam suratnya pada pengadilan federal mengatakan bahwa mereka sedang mempertimbangkan publikasi "foto-foto lainnya yang substansial" untuk dijadikan bukti di pengadilan.

Singh mengatakan, pemublikasian foto-foto penyiksaan itu sangat penting agar publik memahami cakupan dan skala penyiksaan yang dilakukan personel militer AS terhadap para tawanan serta mengetahui siapa saja para pejabat yang harus bertanggung jawab karena telah memberikan keleluasaan dan ijin atas penyiksaan tersebut.

Saat George W. Bush masih menjabat sebagai presiden, ia menolak publikasi foto-foto penyiksaan di berbagai penjara AS, utamanya di Irak dengan alasan foto-foto itu akan memicu kemarahan dan melanggar kewajiban AS terhadap para tahanan berdasarkan Konvensi Jenewa.

Ketika Obama menjadi presiden, pemerintahannya mengijinkan publikasi empat memo rahasia pada masa presiden Bush. Memo itu berisi persetujuan pemerintahan Bush terhadap penggunaan teknik penyiksaan dalam interogasi yang dilakukan personel CIA pada para tersangka pelaku terorisme. Namun Obama menyatakan tidak akan menuntut secara hukum para personel CIA yang melakukan penyiksaan, dengan alasan mereka hanya melakukan tugas untuk melindungi negara. (ln/prtv)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang