Gaddafi: Akhiri Kekerasan, Nigeria Harus Dibagi Jadi Wilayah Islam dan Kristen

Rabu, 17/03/2010 08:48 WIB | Arsip | Cetak

Pemimpin Libya Muammar Gaddafi mengatakan Nigeria harus dibagi wilayahnya antara masyarakat Kristen dan Muslim untuk memecahkan masalah kekerasan sektarian yang saat ini terjadi, seeprti dilaporkan kantor berita JANA pada hari Selasa kemarin (16/3).

Ia mengusulkan bahwa Nigeria harus mengikuti model pemisahan diri Pakistan, yang negara tersebut lahir pada tahun 1947 setelah minoritas Muslim dari negara india yang penduduknya mayoritas Hindu mendirikan tanah air mereka sendiri, yang dipimpin oleh Muhammad Ali Jinnah.

"Satu-satunya hal yang dapat mengakhiri pertumpahan darah di Nigeria adalah seepeti yang dilakukan oleh Muhammad Ali Jinnah, jadi Nigeria harus mendirikan sebuah negara bagi kaum muslim dan satu lagi untuk masyarakat Kristen," katanya kepada para pemimpin mahasiswa Afrika, beberapa di antaranya berasal dari Nigeria.

"Situasi yang menyakitkan dan mengerikan yang terjadi di Nigeria menyerupai situasi di benua India sebelum tahun 1947, pada saat itu terjadi pembantaian antara umat Hindu dan Muslim," kata Gaddafi dalam sebuah pernyataannya Senin lalu.

Pemisahan diri di India menghasilkan ratusan ribu umat Islam tewas, ribuan wanita diperkosa, dan lebih dari 10 juta orang kehilangan tempat tinggal di kedua belah pihak.

Gaddafi mengusulkan agar Presiden Nigeria Olusegun Obasanjo harus memimpin upaya untuk terbentuknya tanah air bagi umat Kristen di wilayah selatan dengan Lagos sebagai ibukota, dan tanah air bagi umat muslim di sebelah utara dengan Abuja sebagai kota utama.

Gaddafi, sampai saat ini menjadi pimpinan Uni Afrika, mengatakan kedua masyarakat Islam-Kristen harus setuju dengan usulan perdamaian dengan berbagi minyak Nigeria dan kekayaan alam lainnya.

Ratusan orang terbunuh pekan lalu yang mayoritas terbunuh adalam umat Islam, dalam sebuah kekerasan sektarian di pusat Nigeria Negara bagian Plateau.(fq/aby)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang