Gaddafi Menyerukan Penutupan Kedutaan Israel di Afrika
Pemimpin Libya Muammar Gaddafi berbicara dihadapan 30 pemimpin Uni Afrika, ketika melakukan pertemuan khusus yang memperingati 40 tahun kekuasaannya di Tripoli, Senin kemarin. Dihadapan para pemimpin negara-negara Uni Afrika itu, Gaddafi menyerukan seluruh negara Afrika untuk menutup kedutaan Israel di negaranya. “Israel berada dibelakang semua konflik”, ujar Gaddafi.
Dalam peringatan 40 tahun kekuasaannya di Tripoli dan seluruh negeri itu, berlangsung sangat meriah, bukan hanya dihadhiri para pemimpin Uni Afrika, tapi sejumlah pemimpin dunia liannya. Dengan pidatonya yang penuh dengan retorika, Gaddafi menyerukan dengan suaranya yang tegas, meminta para pemimpin Uni Afrika menutup Kedutaan Israel di negera mereka masing-masing. Pemimpin Libya Gaddafi menyebut Israel sebagai ‘gang’ dan mengatakan dengan menggunakan sebagai ‘pelindung kelompok minoritas dan mendorong minoritas melancarkan konflik’, tegas Gaddafi.
Faktanya, semua konflik yang terjadi di Afrika, pasti dibelakangnya adalah Israel, seperti konflik di Sudan Selatan, di Sub Sahara, dan beberapa wilayah lainnya itu, semuanya didalangi oleh Israel. Langkah Israel menciptakan kekacauan disetiap negara, bukan hanya melemahkan negara itu, dan mendukung kelompok minoritas yang melakukan pembrontakan, dan Israel mendukung dengan memberikan dukungan senjata. Inilah yang dilakukan Israel, sampai kemudian negeri itu jatuh ke tangan Israel dan bergantung kepada negeri Zionis itu. Maka, sangatlah beralasan seruan Muammar Gaddafi agar semua negara Uni Afrika menutup kedutaan Israel di negaranya.
Berselang dua hari dari pernyataan Ketua Uni Afrika itu, kemudian Menlu Israel Liberman melakukan lawatan ke negara-negara Afrika selama sembilan hari. Liberman ingin membangun kembali hubungan bilateral dengan negara-negara Uni Afrika, yang pernah berlangsung dalam beberapa dekade. Seperti Ethiopia, Kenya, Ghana, Nigeria, dan Uganda. Tentu, hubungan Israel yang paling lama adalah dengan Afrika Selatan, yang di negeri itu banyak komunitas Yahudinya. Hal ini tidak terlepas banyaknya pengusaha Yahudi, yang melakukan investasi berlian di Afrika Selatan.
Kunjungan Liberman itu didampingi oleh 20 pengusaha dibidang energi, pertanian, air, komunkasi, industri militer, termasuk sejumlah pejabat departemen keuangan, pertahanan, dan dewan keamanan Israel, ikut dalam rombongan Liberman. Ini menunjukkan seriusnya missi yang dibawa oleh Liberman itu, pasca pidato Gaddafi yang menyerukan agar semua negara Uni Afrika menutup kedutaan Israel di negaranya. (m/jp)
Lainnya (Arsip)
- Jamaat-e-Islami Pakistan Minta Dunia Menyelamatkan Al-Aqsha
Rabu, 02/09/2009 14:43 WIB - Buka Puasa Bersama Presiden AS: Islam Agama yang Besar
Rabu, 02/09/2009 14:28 WIB - Onta Jadi Pemicu Ketegangan Hubungan Mesir-Israel
Rabu, 02/09/2009 13:50 WIB - Hakimullah Diduga Sudah Tewas, Taliban Pakistan Krisis Kepemimpinan
Rabu, 02/09/2009 12:31 WIB - Tenaga Medis Profesional di AS Bantu CIA Lakukan Penyiksaan
Rabu, 02/09/2009 10:47 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




