Gaddafi: Pelarangan Menara di Swiss Akan Membangkitkan Al-Qaidah

Senin, 07/12/2009 09:27 WIB | Arsip | Cetak

Pelarangan menara masjid di Swiss hanya akan memberikan amunisi kepada kelompok Al-Qaidah untuk melancarkan serangan di Eropa, kata pemimpin Libya Muamar Gaddafi memberi peringatan pada hari Ahad kemarin (6/12).

"Mereka berpura-pura sedang berjuang melawan Al-Qaidah dan terorisme padahal mereka baru saja membuat kebalikan dari hal itu," kata Gaddafi pada sebuah upacara akademik yang dikutip oleh Agence France-Presse (AFP).

"Dalam tindakan yang dilakukan Swiss, Al-Qaidah menemukan konfirmasi bahwa Eropa adalah musuh yang menyebarkan kebencian yang harus dilawan sampai mereka mendapatkan kemenangan," kata Kadhafi.

"Al-Qaidah sekarang berkata:" Kami memperingatkan Anda bahwa mereka adalah musuh-musuh kami ... Lihatlah apa yang mereka lakukan di Eropa. Datang dan bergabunglah dengan kami untuk berjihad melawan Eropa '. "

SVP - partai terbesar di Swiss - telah memaksa mengadakan referendum larangan menara setelah mengumpulkan 100.000 tanda tangan dalam waktu 18 bulan dari pemilih yang berhak memilih.

Larangan tersebut memicu kecaman internasional yang membatasi Muslim untuk mendapatkan hak kebebasan beribadah.

Dampak Ekonomi

Pemimpin Libya ini juga memperingatkan Swiss akan kejatuhan ekonomi mereka atas pelarangan menara.

"Anda harus memikirkan kepentingan Anda," kata Gaddafi kepada pemerintah Swiss.

"Anda perlu bensin, pelabuhan, laut, energi surya, investasi."

Swiss setiap tahunnya menghasilkan lebih dari 10 miliar dollar dari bisnis dengan negara-negara Islam.

Sekitar 170.000 orang mdari wilayah Teluk mengunjungi negara tempat beradanya pegunungan Alpen tersebut setiap tahun.

Analis memperkirakan bahwa larangan menara itu dapat mengakibatkan keluarnya investasi Arab dari Swiss.

Pada tahun 2005, penerbitan kartun Nabi Muhammad SAW oleh sebuah koran Denmark memicu protes muslim dan boikot terhadap produk Denmark.

"[Anda harus] berpikir sebelum membuat keputusan ceroboh seperti itu," kata Gaddafi.

Hubungan Libya dan Swiss sendiri bisa dibilang tidak harmonis. Anak lelaki Kadhafi, Hannibal dan isterinya pernah ditangkap dan ditahan di Jenewa pada bulan Juli 2008 dan kabarnya diperlakukan tidak layak. Sedangkan Libya, belum lama ini juga menangkap dua pengusaha asal Swiss.(fq/iol)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang