Gaddafi: Pelarangan Menara di Swiss Akan Membangkitkan Al-Qaidah

Pelarangan menara masjid di Swiss hanya akan memberikan amunisi kepada kelompok Al-Qaidah untuk melancarkan serangan di Eropa, kata pemimpin Libya Muamar Gaddafi memberi peringatan pada hari Ahad kemarin (6/12).
"Mereka berpura-pura sedang berjuang melawan Al-Qaidah dan terorisme padahal mereka baru saja membuat kebalikan dari hal itu," kata Gaddafi pada sebuah upacara akademik yang dikutip oleh Agence France-Presse (AFP).
"Dalam tindakan yang dilakukan Swiss, Al-Qaidah menemukan konfirmasi bahwa Eropa adalah musuh yang menyebarkan kebencian yang harus dilawan sampai mereka mendapatkan kemenangan," kata Kadhafi.
"Al-Qaidah sekarang berkata:" Kami memperingatkan Anda bahwa mereka adalah musuh-musuh kami ... Lihatlah apa yang mereka lakukan di Eropa. Datang dan bergabunglah dengan kami untuk berjihad melawan Eropa '. "
SVP - partai terbesar di Swiss - telah memaksa mengadakan referendum larangan menara setelah mengumpulkan 100.000 tanda tangan dalam waktu 18 bulan dari pemilih yang berhak memilih.
Larangan tersebut memicu kecaman internasional yang membatasi Muslim untuk mendapatkan hak kebebasan beribadah.
Dampak Ekonomi
Pemimpin Libya ini juga memperingatkan Swiss akan kejatuhan ekonomi mereka atas pelarangan menara.
"Anda harus memikirkan kepentingan Anda," kata Gaddafi kepada pemerintah Swiss.
"Anda perlu bensin, pelabuhan, laut, energi surya, investasi."
Swiss setiap tahunnya menghasilkan lebih dari 10 miliar dollar dari bisnis dengan negara-negara Islam.
Sekitar 170.000 orang mdari wilayah Teluk mengunjungi negara tempat beradanya pegunungan Alpen tersebut setiap tahun.
Analis memperkirakan bahwa larangan menara itu dapat mengakibatkan keluarnya investasi Arab dari Swiss.
Pada tahun 2005, penerbitan kartun Nabi Muhammad SAW oleh sebuah koran Denmark memicu protes muslim dan boikot terhadap produk Denmark.
"[Anda harus] berpikir sebelum membuat keputusan ceroboh seperti itu," kata Gaddafi.
Hubungan Libya dan Swiss sendiri bisa dibilang tidak harmonis. Anak lelaki Kadhafi, Hannibal dan isterinya pernah ditangkap dan ditahan di Jenewa pada bulan Juli 2008 dan kabarnya diperlakukan tidak layak. Sedangkan Libya, belum lama ini juga menangkap dua pengusaha asal Swiss.(fq/iol)
Lainnya (Arsip)
- "Anda Telah Merubah Hidup Saya"
Senin, 07/12/2009 09:05 WIB - Menhan AS : AS Tidak Tahu Dimana Keberadaan Usamah Bin Laden
Senin, 07/12/2009 08:04 WIB - Harta Karun "Ali Baba dan 40 Pencuri" Ditemukan di Turki
Senin, 07/12/2009 07:41 WIB - Amir Khan : Seandainya Aku Petinju Kulit Putih
Minggu, 06/12/2009 12:21 WIB - Tragedi Masjid Babri Ayodhya India
Minggu, 06/12/2009 07:48 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




