Gate : Al-Qaidah Akan Menciptakan Perang di Asia Selatan

Kamis, 21/01/2010 15:11 WIB | Arsip | Cetak

Al-Qaidah menginginkan terjadinya perang di kawasan Asia Selatan. Peringatan Menteri Pertahanan Amerika Robert Gate tentang bahaya ancaman Al-Qaidah, yang semakin luas. Menurut Gate situasi sangat bahaya, di mana Al-Qaidah menginginkan wilayah Asia Selatan menjadi tidak stabil dengan mendorong terjadi perang antara India dengan Pakistan.

"Ini adalah ancaman  yang nyata, di mana Al-Qaidah ingin menciptakan instabilitas di Asia Selatan", ucap Gate, ketika berkunjung ke ibukota India, New Delhi, bertemu dengan Menlu Ak Antony. Dasar pernyataan Gate merujuk peristiwa yang terjadi tahun 2008, yang lalu, di mana terjadi serangan yang dilakukan kelompok yang berasal dari Pakistan ke Mumbay, yang menewaskan 160 orang. Termasuk pusat Yahudi ortodok, yang ikut menjadi sasaran, dan menewaskan seorang rabbi.

Pakistan dan India memang selalu diliputi ketegangan, terutama terkait dengan wilayah Kashmir, yang selama ini menjadi sengketa. Robert Gate menuduh kelompok Lashkar-e-Taiba, yang menjadi kekuatan yang menciptakan situasi instabilitas, dan menginginkan konflik atau perang terbuka antara India dengan Pakisatan.

Selanjutnya, Gate menyatakan, "Situasi sangat berbahaya, satu kelompok yang mengancam, 'jika kami menyerang kelompok itu, kami dapat menyelesaikan masalah yang ada", ucapnya. Tetapi, jika kelompok Lashkar-e-Thaiba, behasil menyerang dan mendorong kearah perang terbuka, maka hal itu dapat mengancam wilayah yang lebih luas. "Jika satu kelompok itu memenangkan perang, itu berarti kelompok lainnya, juga akan memenangkan perang". Karena itu, sekarang ini, baik terhadap Pakistan dan India, kebijakan yang diambil Amerika, mendorong kedua negara itu, agar mereka menjalin kerjasama untuk memerangi Taliban dan Al-Qaidah, yang mengancam stabilitas kawasan, ucap Gate.

Menurut Robert Gate, konflik antara Pakistan dengan India, akhirnya dapat menguntungkan Al-Qaidah, karena dua sekutu Amerika itu, keduanya akan disibukkan dengan agenda mereka dalam menghadapi ancaman masing-maisng negara. Dengan begitu Al-Qaidah dapat terus melakukan konsolidasi, dan menghadapi kekuatan Amerika yang sekarang sedang berperang di Afghanistan. (m/bbc)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang