Gaza: Kebohongan Pertama Obama

Jumat, 16/01/2009 15:37 WIB | Arsip | Cetak

Bom dan rudal Israel yang terus menggempur langit Gaza sebenarnya bukan hanya kematian dan terror terhadap rakyat Palestina di tahun 2009 ini, tapi juga merupakan sebuah kelanjutan dari rentetan peristiwa berdarah  di masa lalu. Mulai dari tragedi Nakba yang terjadi mulai tahun 1948 sampai perang tahun 1967, invasi Israel ke Lebanon 1982 dan 2006, sampai holocaust di Jenin. Dan serangan Israel ke Gaza pada akhir 2008 dan awal 2009 merupakan bentuk pertama  Barack Obama, tentang bagaimana sebuah kebohongan dimulai.

Sebelum menduduki kekuasaannya di Gedung Putih, Obama harus menghadapi kenyataan bahwa puluhan dan bahkan ribuan orang di Kairo, Beirut, Amman, Doha, Paris, Athena , London, Berlin, Paris, Roma, Istanbul, Sydney dan ibokota negara lainnya turun ke jalan, dengan kemarahan yang sama terhadap AS. Tidak seperti presiden AS lainnya yang setidaknya untuk basa-basi mengkritisi Israel. Obama diam seribu bahasa. Kalimat pendeknya, “Tewasnya warga sipil Gaza merupakan sumber dari perhatian kita,’ ujar Obama. Lalu, Obama dicerca dan dipandang hina dina,dan dikritik  habis-habisan oleh hampir semua orang dan media di negeri itu.

Yang paling buruk adalah komentarnya ketika ia berkampanye di Sderot Juli 2008 silam, “Jika ada yang menghujani roket ke rumah saya, dan ketika itu kedua orang puteri saya tengah tertidur, saya akan melakukan apa yang saya bisa untuk menghentikan mereka.”,ucap Obama.  Ucapan ini diartikan sebagai lampu hijau dari Obama bagi Israel untuk melakukan pembantaian di Gaza. Lewat Hillay Clinton—Menteri Luar Negeri AS yang akan datang—Obama mengatakan, “Saya mengerti dan sangat bersimpati terhadap niat Israel dalam mempertahankan diri dalam situasi seperti ini”. Banyak pengamat memprediksi bahwa inilah potret sejati dari sang presiden AS yang baru. Ia tak lebih merupakan 'pion' baru Zionis-Israel. Apalagi, pos-pos strategis di pemerintahan diserahkan  kepada tokoh Yahudi, yang dulu duduk  di kabinet Bill Clinton, termasuk Lawrence Summer, yang menduduki posisi sebagai Ketua Dewan Ekonomi Nasional (NEC).

Namun, jika Obama bermaksud untuk  mempertahankan kepercayaan pemilihnya, bahwa kepemimpinannya adalah perubahan besar untuk AS dan dunia, dia harus mampu membuat AS meyakinkan dunia. Obama harus memberikan sinyal dan perintah tegas, kekejaman Israel harus dihentikan. Dia harus berbicara jujur bahwa sejarah bangsa Yahudi hanya selalu menciptakan permusuhan dan pembunuhan. Dan, nampaknya Obama akan menjadi 'pion' baru Zionis-Israel, yang akan ikut menciptakan kekacauan baru di  dunia.

(Sa/Plstin/Thk-Thk)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang