Gaza: Tempat Uji Coba Senjata AS

Senin, 12/01/2009 14:58 WIB | Arsip | Cetak

Media di Amerika memberitakan tentang Israel, berkaitan dengan agresi militer yang dilakukannya terhadap Jalur Gaza. Laporan media di Amerika itu, menyebutkan bahwa agresi militer rejim Zionis-Israel terhadap Jalur Gaza, merupakan uji coba senjata AS. Arsenal militer yang diberikan kepada rejim Zionis-Israel itu, jumlahnya sangat besar dan berlangsung dalam beberapa tahun. Maka, agresi Israel ke Gaza ini, sekaligus menguji kecanggihan dan kualitas senjata bikinan AS.

Jaringan berbagai media di AS, seperti yang dikutip oleh Mu’in Rabbani, editor dari media Timur Tengah,yang berpusat di Washington, menyatakan hubungan militer antara AS-Israel, yang sangat kuat itu, menyebabkan AS memasok mesin perang ke Israel, yang berjumlah sangat besar. Israel, nampaknya menjadi kekuatan militer yang tangguh, karena mendapatkan dukungan AS. Kekuatan militer yang dimiliki Israel ini, yang menyebabkan rejim Zionis itu, selalu terdorong melakukan petualangan militer, dan menjadi ancaman negara-negara di sekelilingnya.

Rabbani, mencatat dari berbagai sumber yang ada di jaringan media di AS, membandingkan antara jumlah senjata militer AS yang dijual ke Negara-negara Arab, dibandingkan dengan yang dihibahkan kepada Israel jauh lebih banyak jumlanya. Artinya, tidak seimbang arsenal militer yang dimiliki antara negara-negara Arab dibandingkan Israel. Menurut Rabbani, sekurang-kurangnya pemerintahan George W.Bush, telah memberikan bantuan kepada rejim Zionis-Israel, selama delapan tahun, jumlhanya mencapai 21 milyar dolar, dan 19 milyar dolar dalam bentuk hibah kepada Israel. Negeri Israel telah menjadi ‘gudang’ senjata AS, yang tak tanggung-tanggung. Maka, Israel selalu dengan seenaknya menggunakan arsenal militernya untuk melakukan agresi ke tetangganya.

Tahun, 2008, Israel menandatangani penandatangan perjanjian kontrak senilai 22 milyar dolar, dengan perusahaan di AS untuk membeli 75 pesawat tempur jenis paling mutakhir F-35, dan 9 pesawat pengangkut, dan empat kapal jenis perusak. Semuanya, dana yang digunakan peralatan militer itu, tak lain dana yang berasal dari AS. Anggota Konggres dari Partai Demokrat Dennis Kuchinch mengirimkan surat kepada Menlu Condoleeza Rice, menegaskan bahwa Israel telah menggunakan bantuan senjata dari AS, yang digunakan melakukan aksi kekerassan di Gaza, dan tindakan itu melanggar hukum, yang berkaitan dengan yang mengontrol terhadap eksport senjata.

Mesin perang AS telah digunakan Israel menghancurkan penduduk Gaza, dan penduduk Gaza menjadi tempat uji coba senjata AS. Betapa kejinya AS dan Israel, yang selalu berteriak sebagai Negara yang menganut demokrasi, yang membantai rakyat tidak berdosa. Dan, dunia internasional semuanya diam, tanpa ada reaksi.  Faktanya, rejim Zionis-Israel, yang sudah mendapatkan dukungans senjata dari AS, tak dapat melipat Hamas, yang  senjatanya  sangat sederhana.(M/Pic).

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang