Gedung Putih Ingin Khalid Syaikh Mohammed "Dieksekusi"

Gedung Putih nampaknya sudah tidak sabar melihat Khalid Syaikh Mohammed dihukum mati. Dalam wawancara dengan CNN, Minggu (31/1), juru bicara Gedung Putih Robert Gibbs dengan yakin mengatakan, "Khalid Syaikh Mohammed akan mendapatkan keadilan dan akan bertemu dengan penciptanya."
Komentar Gibbs memicu keprihatinan para pakar hukum. Mereka menilai pernyataan Gibbs akan mengganggu hak Mohammed akan proses pengadilan yang adil. Dalam acara tersebut, Gibbs juga mengatakan,"Dia (Khalid) akan diadili dan kelihatannya akan dieksekusi atas kejahatan keji yang ia lakukan."
Ramze Kassem, pengacara yang mendampingi sejumlah tahanan kamp Guantanamo menyatakan pernyataan Gibbs sebagai tindakan yang "sangat tidak biasa" bagi seorang jubir Gedung Putih mengatakan sesuatu yang jelas bertentangan dengan prinsip praduga tak bersalah, yang menjadi inti dari sebuah proses hukum.
Khalid Syaikh Mohammed adalah sosok yang oleh AS dituding sebagai otak serangan 11 September 2001. Pemerintah AS kabarnya sedang mencari tempat lain, asal jangan di New York, untuk mengadili Syaikh Mohammed dan empat terdakwa lainnya dalam kasus serangan 11 September.
Gibbs dalam wawancara dengan CNN tidak memberikan kejelasan ketika ditanya tentang kabar itu. Ia hanya mengatakan bahwa pihaknya sedang membicarakan masalah itu dengan otoritas berwenang di New York.
Rencana pemerintah mengadili Syaikh Mohammed di luar kota New York menuai kritik dari banyak pihak. Mereka menilai rencana itu akan membutuhkan biaya dan pengamanan yang lebih besar serta akan mengganggu aktivitas bisnis di wilayah.
Pemerintah AS tidak menyebutkan tempat mana yang akan menjadi alternatif tempat persidangan Syaikh Mohammed. Tapi sejumlah basis militer AS seperti akademi militer West Point yang berlokasi di utara New York bisa dijadikan tempat pengadilan Mohammed meski kasus Mohammed ditangani oleh pengadilan sipil.
"Belum ada keputusan dimana tempatnya," kata seorang pejabat Gedung Putih ketika dikonfirmasi informasi itu. (ln/aljz)
Lainnya (Arsip)
- Kelompok Misionaris AS Perdagangkan Anak-Anak Haiti
Senin, 01/02/2010 11:02 WIB - Usamah bin Ladin: Solusi Krisis Kuangan Global, Tinggalkan Dolar!
Senin, 01/02/2010 10:58 WIB - Israel Berkelit, Tuding Al-Mabhouh Penyelundup Senjata Hamas
Senin, 01/02/2010 09:59 WIB - Taliban Pakistan Bantah Hakimullah Mehsud telah Tewas
Senin, 01/02/2010 09:55 WIB - Aktivis Belanda: Lobi Yahudi yang Mengontrol Negara Kami
Senin, 01/02/2010 09:22 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




