Gerakan 6 April Serukan Aksi Mogok Massal di Mesir

Kelompok Gerakan 6 April, menyerukan rakyat Mesir untuk melakukan aksi mogok massal pada tanggal 6 April mendatang sebagai bentuk protes atas penindasan dan tirani pemerintahan Mesir dibawah pimpinan Presiden Husni Mubarak.
Gerakan 6 April dalam rilisnya menyatakan, aksi mogok massal adalah langkah maju bagi pemberontakan sipil yang dilakukan dengan damai dan aksi itu adalah satu-satunya cara untuk melakukan perubahan dan memberantas korupsi di kalangan pejabat pemerintahan Mesir.
Gerakan tersebut juga menuding pemerintah Mesir melakukan pemiskinan rakyat secara sistematik terhadap rakyat, tidak adil dalam mendistribusikan kekayaan negara dan memberikan monopoli yang luas pada segelintir pengusaha kaya dan sekelompok orang yang mengambil keuntungan dari kebijakan-kebijakan pemerintah yang tidak demokratis. Akibatnya, banyak rakyat Mesir yang hidup di bawah garis kemiskinan dan ketimpangan sosial antara yang kaya dan yang miskin makin tajam.
Dalam pernyataannya, Gerakan 6 April menetapkan 6 target aksi mogok massal besok, antara lain: menuntut upah minimum yang memberikan jaminan kehidupan yang aman bagi para pekerja dan keluarganya, menuntut dibentuknya sebuah komite yang akan menyusun draft konsitusi baru dan memberikan keleluasaan bagi seluruh kelompok dan partai politik serta membatasi masa jabatan presiden paling tidak sampai dua kali masa jabatan dan menuntut dihentikannya ekspor gas ke Israel Namun salah seorang tokoh Gerakan 6 April, Israa Abdul Fattah melontarkan pernyataan berbeda tentang seruan aksi mogok massal. Menurutnya, situasi saat ini tidak kondusif untuk melakukan aksi tersebut seperti aksi serupa tahun lalu.
Israa juga menyatakan tidak sepakat jika dengan usulan aksi mogok massal secara "periodik". Ia menegaskan, aksi mogok massal yang dilakukan bulan depan, harus punya tuntutan dan tujuan yang jelas jika ingin sukses dan bukan hanya dilakukan sebagai ritual tahunan.
Meski demikian, Israa bersedia ikut dalam aksi massa, aksi mogok dan aksi protes apapun, asalkan punya tujuan yang spesifik. (ln/ikhweb)
Lainnya (Arsip)
- Ulama Maroko Resahkan Madzab Syiah
Kamis, 19/03/2009 15:07 WIB - Al-Bashir Ajak Pasukan Bersenjata Darfur Berdialog dan Lepas Senjata
Kamis, 19/03/2009 14:23 WIB - Tentara AS Minta Suaka, Dan 25.000 Desersi
Kamis, 19/03/2009 13:10 WIB - Sepuluh Warga Somalia Tewas Kelaparan
Kamis, 19/03/2009 13:03 WIB - Parlemen Kuwait Bubar Lagi
Kamis, 19/03/2009 12:50 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




