Gerakan 6 April Serukan Aksi Mogok Massal di Mesir

Kamis, 19/03/2009 16:26 WIB | Arsip | Cetak

Kelompok Gerakan 6 April, menyerukan rakyat Mesir untuk melakukan aksi mogok massal pada tanggal 6 April mendatang sebagai bentuk protes atas penindasan dan tirani pemerintahan Mesir dibawah pimpinan Presiden Husni Mubarak.

Gerakan 6 April dalam rilisnya menyatakan, aksi mogok massal adalah langkah maju bagi pemberontakan sipil yang dilakukan dengan damai dan aksi itu adalah satu-satunya cara untuk melakukan perubahan dan memberantas korupsi di kalangan pejabat pemerintahan Mesir.

Gerakan tersebut juga menuding pemerintah Mesir melakukan pemiskinan rakyat secara sistematik terhadap rakyat, tidak adil dalam mendistribusikan kekayaan negara dan memberikan monopoli yang luas pada segelintir pengusaha kaya dan sekelompok orang yang mengambil keuntungan dari kebijakan-kebijakan pemerintah yang tidak demokratis. Akibatnya, banyak rakyat Mesir yang hidup di bawah garis kemiskinan dan ketimpangan sosial antara yang kaya dan yang miskin makin tajam.

Dalam pernyataannya, Gerakan 6 April menetapkan 6 target aksi mogok massal besok, antara lain: menuntut upah minimum yang memberikan jaminan kehidupan yang aman bagi para pekerja dan keluarganya, menuntut dibentuknya sebuah komite yang akan menyusun draft konsitusi baru dan memberikan keleluasaan bagi seluruh kelompok dan partai politik serta membatasi masa jabatan presiden paling tidak sampai dua kali masa jabatan dan menuntut dihentikannya ekspor gas ke Israel Namun salah seorang tokoh Gerakan 6 April, Israa Abdul Fattah melontarkan pernyataan berbeda tentang seruan aksi mogok massal. Menurutnya, situasi saat ini tidak kondusif untuk melakukan aksi tersebut seperti aksi serupa tahun lalu.

Israa juga menyatakan tidak sepakat jika dengan usulan aksi mogok massal secara "periodik". Ia menegaskan, aksi mogok massal yang dilakukan bulan depan, harus punya tuntutan dan tujuan yang jelas jika ingin sukses dan bukan hanya dilakukan sebagai ritual tahunan.

Meski demikian, Israa bersedia ikut dalam aksi massa, aksi mogok dan aksi protes apapun, asalkan punya tujuan yang spesifik. (ln/ikhweb)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang