Mewakili komunitas kristen yang berbeda para pemimpin gereja di Mesir menyatakan dukungan mereka terhadap tembok baja yang dibangun oleh Mesir di sepanjang perbatasan dengan Jalur Gaza, mengingat hal tersebut merupakan "hak sah" dan masuk dalam konteks urusan internal dan kedaulatan atas tanah Mesir.
Dalam pernyataan eksklusifnya untuk IOL, uskup Agung Abdul Masih Basith dari Gereja Kristus Perawan Maria (Ortodoks) mengatakan: "Pembangunan tembok di perbatasan Gaza merupakan proyek yang tepat dalam menjaga kerangka kedaulatan nasional Mesir, yang digunakan untuk mengendalikan gerbang masuk ke negara itu secara legal, dan mengakhiri penyelundupan-penyelundupan melalui terowongan bawah tanah yang bisa mengancam keamanan nasional Mesir."
Dia menekankan bahwa pembangunan dinding pemisah atau tembok baja adalah masalah dalam negeri Mesir, tidak seorang pun berhak untuk membatalkannya dan merupakan hak sah pemerintah Mesir untuk melindungi kepentingan mereka agar kejadian penyerbuan warga Gaza dua tahun lalu di perbatasan Rafah tidak kembali terulang, dimana pada waktu itu ribuan warga Palestina menyerbu perbatasan dengan Mesiruntuk memprotes blokade Israel terhadap jalur Gaza.
Senada dengan hal itu Pastor Salib Matta Sawiris, dari Majlis dan pendeta Gereja Jioushi Shubra (Ortodoks) menyatakan:" Pembangunan tembok baja, menegaskan bahwa Mesir adalah sebuah negara berdaulat dan berhak untuk melindungi perbatasannya dengan cara apapun. "
Dia menekankan bahwa "Gereja Koptik mendukung posisi Presiden Husni Mubarak dalam mempertahankan keamanan dan stabilitas di perbatasan Mesir, yang merupakan tanggung jawab politiknya."
Sedangkan pimpinan dari Gereja Evangelis, Dr Safwat Bayaadi yang juga Presiden Komunitas Anglikan menyatakan bahwa ia mendukung" kebijakan yang bijaksana dari Presiden Husni Mubarak demi menjaga keseimbangan antara menjaga keamanan dalam negeri Mesir dan peran Mesir di wilayah tersebut.
Ia juga mengatakan bahwa dinding pemisah yang dibangun Mesir adalah sah, karena merupakan prosedur keamanan yang diterapkan Mesir dan persoalan pembangunan tembok baja tersebut tidak ada hubungannya dengan agama melainkan terkait dengan persoalan keamanan Mesir.
Dalam konteks yang sama, gereja Katolik Mesir juga mendukung pembangunan tembok baja seperti dinyatakan oleh San Antonios Aziz, Uskup Koptik Giza, yang menekankan bahwa pembangunan tembok adalah "hak sah untuk menghentikan barang-barang yang diselundupkan melalui terowongan oleh Hamas.
Namun dia menambahkan: "Kami tidak menentang orang yang ingin membantu rakyat Gaza, tetapi harus melalui jalur diplomatik, dan bukan dengan cara menyerukan untuk membuka perbatasan seperti yang diminta oleh Hamas. "
Pada bagian lain senada dengan gereja-gereja sebelumnya - Agustinus Rev Morris, seorang pendeta dari Gereja Katolik Perawan - mendukung pembangunan tembok baja sambil mengatakan:"Ini adalah urusan dalam negeri Mesir sendiri, dan tidak ada seorang pun boleh ikut campur di dalamnya, dan dinding atau lainnya tidak akan menghalangi masuknya bantuan ke Jalur Gaza, namun dalam suatu cara yang sistematis di bawah kedaulatan Mesir.(fq/iol)
Bank Muamalat Cabang Cengkareng membutuhkan karyawan untuk posisi: 1. Customer Service (Wanita) 2. Legal (Pria) 3. Account Manager (Pria).
"Sistem perbankan yang saling menguntungkan, dengan keanekaragaman produksi dan skema keuangan yang lebih variatif" Sistem perbankan syariah adalah alternatif sistem perbankan yang saling menguntungkan kedua belah pihak (nasabah dan bank), yang di dukung oleh keanekaragaman produk dan skema keuangan yang lebih variatif, dan dilakukan secara transparan agar adil bagi kedua belah pihak.
Namaku Siko, lengkapnya Siko Tjikoa, usia 27 tahun, aku tak pernah menulis cerita, sekedar untuk berbagi maka aku ceritakan sebisaku, sebelumnya mohon maaf jika mungkin banyak hal yang tidak sesuai dengan anda para pembaca.
Tak disangka, Islamic Book Fair (IBF) ke-9 yang baru usai 14 Maret lalu menyimpan kenangan bagi saya. Setidaknya, atas izin Allah swt, saya bertemu beberapa kawan saya yang telah terpisah selama tujuh tahun. Dan kami bertemu di stand bank syariah di pameran buku tersebut.
Bank Syariah Bukopin (BSB) berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp831 juta, artinya total laba tersebut naik sebesar 110,77 persen dari tahun lalu yang rugi sebesar Rp7,71 milyar. Hal ini terungkap saat Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan BSB Selasa (12/3) lalu.
Salah satu contoh dari pertanyaan yang mereka ajukan adalah saat mereka bertanya tentang - bra/bh, mereka bertanya apa fungsinya dan mengapa mereka tidak dipakaikan juga
Tiga warga Desa Sukorejo, Bojonegoro, terjangkit Demam Berdarah. Tak menunggu lama, tim ACT yang tergabung dalam Masyarakat Relawan Indonesia langsung terjun ke lokasi melakukan fogging.