Gereja-Gereja di Mesir Dukung Pembangunan Tembok Baja

Rabu, 06/01/2010 11:10 WIB | Arsip | Cetak

Mewakili komunitas kristen yang berbeda para pemimpin gereja di Mesir menyatakan dukungan mereka terhadap tembok baja yang dibangun oleh Mesir di sepanjang perbatasan dengan Jalur Gaza, mengingat hal tersebut merupakan "hak sah" dan masuk dalam konteks urusan internal dan kedaulatan atas tanah Mesir.

Dalam pernyataan eksklusifnya untuk IOL, uskup Agung Abdul Masih Basith dari Gereja Kristus Perawan Maria (Ortodoks) mengatakan: "Pembangunan tembok di perbatasan Gaza merupakan proyek yang tepat dalam menjaga kerangka kedaulatan nasional Mesir, yang digunakan untuk mengendalikan gerbang masuk ke negara itu secara legal, dan mengakhiri penyelundupan-penyelundupan melalui terowongan bawah tanah yang bisa mengancam keamanan nasional Mesir."

Dia menekankan bahwa pembangunan dinding pemisah atau tembok baja adalah masalah dalam negeri Mesir, tidak seorang pun berhak untuk membatalkannya dan merupakan hak sah pemerintah Mesir untuk melindungi kepentingan mereka agar kejadian penyerbuan warga Gaza dua tahun lalu di perbatasan Rafah tidak kembali terulang, dimana pada waktu itu ribuan warga Palestina menyerbu perbatasan dengan Mesiruntuk memprotes blokade Israel terhadap jalur Gaza.

Senada dengan hal itu Pastor Salib Matta Sawiris, dari Majlis dan pendeta Gereja Jioushi Shubra (Ortodoks) menyatakan:" Pembangunan tembok baja, menegaskan bahwa Mesir adalah sebuah negara berdaulat dan berhak untuk melindungi perbatasannya dengan cara apapun. "

Dia menekankan bahwa "Gereja Koptik mendukung posisi Presiden Husni Mubarak dalam mempertahankan keamanan dan stabilitas di perbatasan Mesir, yang merupakan tanggung jawab politiknya."

Sedangkan pimpinan dari Gereja Evangelis, Dr Safwat Bayaadi yang juga Presiden Komunitas Anglikan menyatakan bahwa ia mendukung" kebijakan yang bijaksana dari Presiden Husni Mubarak demi menjaga keseimbangan antara menjaga keamanan dalam negeri Mesir dan peran Mesir di wilayah tersebut.

Ia juga mengatakan bahwa dinding pemisah yang dibangun Mesir adalah sah, karena merupakan prosedur keamanan yang diterapkan Mesir dan persoalan pembangunan tembok baja tersebut tidak ada hubungannya dengan agama melainkan terkait dengan persoalan keamanan Mesir.

Dalam konteks yang sama, gereja Katolik Mesir juga mendukung pembangunan tembok baja seperti dinyatakan oleh San Antonios Aziz, Uskup Koptik Giza, yang menekankan bahwa pembangunan tembok adalah "hak sah untuk menghentikan barang-barang yang diselundupkan melalui terowongan oleh Hamas.

Namun dia menambahkan: "Kami tidak menentang orang yang ingin membantu rakyat Gaza, tetapi harus melalui jalur diplomatik, dan bukan dengan cara menyerukan untuk membuka perbatasan seperti yang diminta oleh Hamas. "

Pada bagian lain senada dengan gereja-gereja sebelumnya - Agustinus Rev Morris, seorang pendeta dari Gereja Katolik Perawan - mendukung pembangunan tembok baja sambil mengatakan:"Ini adalah urusan dalam negeri Mesir sendiri, dan tidak ada seorang pun boleh ikut campur di dalamnya, dan dinding atau lainnya tidak akan menghalangi masuknya bantuan ke Jalur Gaza, namun dalam suatu cara yang sistematis di bawah kedaulatan Mesir.(fq/iol)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang